Pelaku IKM Harus Diberdayakan Tembus Pasar Ekspor

SLEMAN (21 Juli): Eksistensi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sangat penting sebagai penopang ekonomi kerakyatan di Indonesia. IKM terbukti dapat bertahan saat krisis ekonomi melanda pada tahun 1998 dan saat pelambatan ekonomi pada tahun 2008, 2012 dan 2015. Dengan peran yang strategis dan tersebar di banyak daerah, IKM kini berkembang sebagai motor perekonomian nasional.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Subardi menyadari kemajuan IKM harus dimulai dari “upgrade” kualitas sumber daya manusia (SDM). Alasan ini mendorong Subardi menggelar pelatihan IKM serentak di Gunungkidul dan Sleman, DIY, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Pelatihan selama empat hari (21-24/7) diikuti para pelaku IKM dengan berbagai macam jenis usaha, di antaranya olahan ikan, furniture bambu, konveksi, elektronika dan kosmetika.

“Mencetak wirausaha tangguh tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Perlu pembinaan yang fokus pada kualitas SDMnya. Pelatihan ini adalah fase awal menuju masyarakat berbasis wirausaha,” ujar Legislator NasDem itu dalam sambutan virtual sebelum bertolak ke Bandung dalam rangka kunjungan spesifik Komisi VI DPR, Selasa (21/7).

Pelatihan IKM tetap mematuhi protokol kesehatan, diawali dengan rapid test untuk memastikan seluruh peserta dalam keadaan sehat bebas korona. Materi pelatihan meliputi inovasi produk, digital marketing, dan akses pembiayaan. Seluruh peserta juga diajak studi lapangan ke beberapa sentra IKM yang telah berkembang menjadi perusahaan.

Perwakilan Kementerian Perindustrian, Farida Ariani mengatakan, pelatihan IKM akan berlanjut dengan berbagai program pengembangan. Para peserta juga didata untuk mendapat Nomor Induk Berusaha. 

“Kami akan terus memperluas pasar IKM dengan program-program pendampingan. Tujuannya untuk membentuk IKM sebagai industri yang kuat,” ujar Kepala Direktorat Pengembangan IKM Kementerian Perindustrian tersebut.

Keberadaan IKM efektif untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi kesenjangan sosial. IKM juga berperan menekan urbanisasi karena karakteristiknya mandiri dalam menghasilkan produk dan jasa. Masyarakat pun tak harus ke kota untuk memperoleh penghidupan layak. Potensi inilah yang terus didorong oleh Legislator NasDem dari dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

“Kegiatan ini adalah komitmen saya untuk memberdayakan pelaku IKM. Saya yakin dari jiwa-jiwa wirausaha ini akan lahir pebisnis profesional yang dapat menembus pasar ekspor,” tegasnya.(RO/*)

Written by 

Berita Serupa