a

Program Kotaku Kembali Bergulir di Ponorogo

Program Kotaku Kembali Bergulir di Ponorogo

PONOROGO (22 Juli): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni melakukan peletakan batu pertama (Ground Breaking) sebagai simbol kembali bergulirnya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2020 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program tersebut sempat berhenti tahun 2019.

Sri Wahyuni didampingi Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengawali proyek pekerjaan fisik program Kotaku itu di Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo, Rabu (22/7).

Tahun ini, enam kelurahan di Ponorogo yakni, Kelurahan Surodikraman, Kadipaten, Kertosari, Patihan Wetan, Purbosuman, dan Setono yang menerima anggaran senilai Rp6 miliar untuk program Kotaku. 

Program Kotaku dirilis Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengatasi tingkat kekumuhan di wilayah perkotaan. Dengan peningkatan infrastruktur, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat mengubah wajah wilayah perkotaan dan kelurahan. 

Bukan hanya itu, dalam program Kotaku, mulai perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi, masyarakat terlibat langsung di dalamnya. 

Anggota Komisi V DPR-RI Sri Wahyuni mengatakan, tahun ini pihaknya mengajukan realisasi Kotaku untuk Ponorogo sebanyak 10 titik, namun hanya disetujui enam titik akibat dampak Covid 19. Ia berharap program itu dapat berjalan lancar di Ponorogo.

"Awalnya kita ajukan 10 tapi realisasi cuma enam titik. Satu miliar rupiah untuk masing-masing kelurahan. Harapanya semoga lancar," ujar Legislator NasDem itu. 

Yuni sapaan akrab Sri Wahyuni menyebutkan, tahun depan pihaknya telah mengajukan 10 sampai 20 titik untuk program Kotaku di Ponorogo.

"Kita sudah mengajukan 10 sampai 20 titik tahun depan. Mudah-mudah anggaran tidak dipotong dan bisa realisasi seluruhnya," tukasnya.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengaku bersyukur dengan realisasi enam titik Kotaku tahun ini di Ponorogo. Hal itu tidak lepas dari peran serta anggota Komisi V DPR-RI Sri Wahyuni yang getol mendorong Kementerian PUPR dalam program tersebut. 

Ia mengaku tahun ini terjadi peningkatan signifikan dalam program Kotaku. Setelah 2018 lalu mendapat tiga titik program Kotaku, kini menjadi enam titik.

"Alhamudililah, tentunya ini berkat kerja keras Bu Yuni dalam mendorong sehingga program ini dapat terealisasi di Ponorogo. Ada peningkatan. Kalau tahun 2018 ada tiga miliar rupiah untuk tiga titik, 2019 tidak ada, sekarang enam titik. Semoga bisa lancar dan meningkat tahun depan," harapnya.(HH/*)

Add Comment