a

Perlu Gratiskan Rapid Test untuk Warga Ekonomi Lemah

Perlu Gratiskan Rapid Test untuk Warga Ekonomi Lemah

GORONTALO (18 Juli): Anggota DPRD Gorontalo dari Fraksi NasDem, Lolly Pou Yunus meminta pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan solusi terbaik untuk masyarakat terkait mahalnya harga rapid test.

Dalam kunjungan resesnya di Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bulango Selatan, Selasa (14/7), Lolly menerima keluhan masyarakat terkait biaya rapid test.

“Kami merasa terbebani dengan mahalnya biaya rapid test, sementara pemerintah tidak bisa memberikan solusi terkait hal ini. Yang keluar masuk provinsi ini tidak semua orang kaya. Kasihan para petani dan pedagang yang menjual hasil pertanian dan barang dagangan mereka ke provinsi tetangga,” kata Reyners Bila, tokoh perempuan Tapa-Bulango.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus yang akan disampaikan Lolly Pou Yunus saat rapat dengan pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo. Masalah biaya rapid test itu dinilai patut dicarikan solusi bersama agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan rapid test.

“Masyarakat jangan dibebankan untuk urusan kesehatan. Sebab, sehat itu hak sebagai warga negara. Pemerintah harus hadir ketika ada masyarakat yang kesulitan terkait pelayanan kesehatan," tegas Lolly.

Legislator NasDem tersebut menambahkan, dirinya yang kebetulan berada di Komisi 3 yang membawahi Perencanaan dan Pembangunan, akan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah Provisni Gorontalo melalui Fraksi NasDem di DPRD Provinsi Gorontalo. 

Ada tiga syarat yang wajib dipenuhi ketika hendak masuk ke Gorontalo. Yakni Surat Keterangan Perjalanan dari desa/kelurahan daerah asal, surat keterangan hasil rapid test nonreaktif/hasil swab PCR negatif, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk warga Gorontalo yang ingin keluar daerah dengan pesawat terbang, harga pemeriksaan rapidnya mencapai Rp350.000, menggunakan kapal laut Rp275.000 dan lewat darat harganya Rp250.000.

“Saya berharap pemerintah bisa menggratiskan biaya rapid test bagi masyarakat ekonomi lemah. Minimal ada subsidi dari pemerintah agar biayanya tidak terlalu mahal. Dan fasilitas pemerintah seperti rumah sakit serta Puskesmas bisa menjadi wadah pelayanan rapid test,” tutup Lolly.(Fian/*)

Add Comment