a

Komisi VI DPR Sambut Baik Ventilator Inovasi PT Pindad

Komisi VI DPR Sambut Baik Ventilator Inovasi PT Pindad

JAKARTA (11 Juli): Kunjungan spesifik Komisi VI DPR RI ke PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat , untuk mengecek secara langsung perkembangan produksi ventilator cukup menggembirakan. Ventilator tersebut merupakan salah satu produk inovasi PT Pindad dalam rangka membantu pemerintah menangani Covid-19. Bahkan, beberapa negara sudah mengajukan permintaan ventilator kepada PT Pindad.

“Menteri BUMN melaporkan bahwa PT Pindad ikut membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. Dengan secara khusus memproduksi alat-alat kesehatan seperti ventilator, respirator. Nah kebetulan juga kami melihat itu sudah mulai diproduksi bahkan rencananya akan masuk pasar ekspor,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Legislator NasDem tersebut menyambut gembira atas inovasi yang dikembangkan PT Pindad. Meskipun terus berinovasi dengan produk-produk yang inovatif, Martin berharap agar PT Pindad tidak pernah melupakan core bisnisnya yaitu menjadi industri strategis yang dapat diandalkan dalam mendukung pertahanan dan keamanan negara Indonesia.

Ke depan, Martin menekankan perlu adanya sinergi antar BUMN supaya bisa lebih memaksimalkan potensi dari PT Pindad. 

“Potensi PT Pindad ini lumayan besar di hulunya, sehingga perlu juga dibantu oleh BUMN lain, agar kita bisa mengurangi komponen impor, kita bisa lebih menjadi tuan di negeri sendiri untuk pertahanan kita,” kata anggota Fraksi NasDem DPR RI dari dapil Sumatera Utara II itu.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjelaskan, PT Pindad merupakan salah satu industri strategis yang memiliki sumber daya yang mumpuni baik itu peralatan maupun SDM-nya. Seperti saat pandemi Covid-19 saat ini, PT Pindad bertransformasi melakukan penelitian untuk membuat ventilator dan sudah lulus uji teknis dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) dan uji klinis dari Kementerian Keehatan RI.

“Ventilator yang dibuat ini sudah lolos BPFK dan uji klinis, sehingga dalam waktu dekat kita akan bertemu Menteri Pertahanan untuk menyampaikan kepada beliau. Mungkin akan ada penyerahan ventilator produk PT Pindad ini ke RS Angkatan Darat,” tandasnya.

Terkait kelangsungan produksi ventilator ke depannya, Abraham mengatakan akan melihat potensi permintaan pasar. 

“Kalau kebutuhan ini tetap tumbuh dan berkembang serta potensi marketnya bisa dikatakan besar, maka kita akan meneruskan penelitian dan pembuatan produk alat kesehatan lainnya selain ventilator,” pungkasnya. (dpr.go.id/es/*)

Add Comment