a

Harus Ciptakan Sistem Tangguh Atasi Pandemi Covid-19

Harus Ciptakan Sistem Tangguh Atasi Pandemi Covid-19

JAKARTA (10 Juli): Pandemi Covid-19 tidak sekadar krisis global kesehatan tapi lebih jauh sebagai krisis kemanusiaan dan pembangunan. Oleh sebab itu perlu diciptakan sistem yang tangguh untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan, saat menghadiri secara virtual sidang perdana Asian Parliamentary Assembly (APA), Kamis (9/7). Sidang yang diinisiasi Parlemen Turki sebagai Presiden APA tersebut mengangkat tema ‘Covid-19 Outbreak’.

“Situasi saat ini adalah krisis kemanusiaan dan pembangunan. Pandemi ini menuntut kita berinvestasi secara kolektif dalam menciptakan sistem yang tangguh yang melampaui isu kesehatan. Respon kita akan menentukan seberapa cepat dunia akan pulih, dan seberapa baik kita menangani tantangan ini,” tegas Farhan dalam sambutannya mewakili Delegasi DPR RI dalam sidang forum regional Asia tersebut.

Legislator NasDem itu mengingatkan dampak terburuk pandemi Covid-19 terhadap komitmen global pembangunan berkelanjutan (SDGs) tentang rancangan bersama menciptakan dunia yang ‘tak satu pun tertinggal’ (leave no one behind). 

“Terlepas dari penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 yang masih berlangsung, kita harus melihat ke depan karena pandemi ini sangat merusak prospek capaian kesehatan global pada tahun 2030, dan tentu saja juga berdampak langsung pada semua target SDGs lainnya,” papar Farhan.

Anggota Komisi I DPR RI dari dapil Jawa Barat I itu mengatakan, peran parlemen saat ini sangat krusial. Menurut Farhan, parlemen adalah pilar demokrasi yang saat ini benar-benar dituntut bekerja secara efektif mengadopsi undang-undang, mewakili kehendak rakyat, dan mengawasi pemerintah. Oleh karenanya, Farhan mengajak Parlemen Asia menjalin kerja sama mengatasi pandemi Covid-19. 

“Saya mengajak Parlemen Asia mendukung Global Solidarity to Fight the Coronavirus Disease 2019 yang diadopsi Majelis Umum PBB. Diplomasi Parlemen harus berkontribusi meneguhkan kerja sama internasional melalui aksi kolektif global untuk memerangi pandemi,” seru Farhan.

Sidang itu mengadopsi deklarasi tentang “The Implications of Covid-19 Pandemic in Public Health, Economics, and Other Fields on the Asian continent” yang berisi komitmen Parlemen Asia dalam menangani pandemi Covid-19. Sidang itu juga diikuti secara virtual oleh puluhan Anggota Parlemen dari kawasan Asia termasuk Indonesia. APA merupakan forum parlemen regional Asia yang didirikan pada 2006 dan beranggotakan 44 parlemen dari kawasan Asia. (dpr.go.id)

Add Comment