Fadholi Dorong Petani Tanam Kedelai Lokal

SALATIGA (28 Oktober): Kebutuhan kedelai di Indonesia masih bergantung pada impor. Oleh karena itu anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Fadholi, mendorong para petani memproduksi kedelai lokal. 

“Ironis, Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris, tetapi kedelai masih impor. Karenanya kami mendorong petani bisa menanam dan memproduksi kedelai lokal guna mencukupi kebutuhan kedelai di Indonesia,” katanya.

Fadholi menyampaikan itu saat memberi sambutan dalam rapat anggota tahunan (RAT) Pusat Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah (Jateng) di Salatiga, Jateng, minggu lalu.

Legislator NasDem asal Dapil Jawa Tengah I (Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kendal) itu menuturkan, seharusnya petani Indonesia bisa menanam dan memproduksi kedelai lokal. Maka dirinya akan mendorong pemerintah memperbanyak penelitian yang muaranya bisa menghasilkan formula menanam kedelai dan mampu panen dalam jumlah besar. 

“Potensi pertanian di Indonesia itu besar. Mengapa ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Ini menjadi tugas bersama termasuk pemerintah,” ungkap Fadholi. 

Untuk merealisasikan tekadnya itu, Legislator NasDem tersebut siap memperjuangkan para anggota Puskopti dalam hal kesejahteraan. Misalnya, menjamin stabilitas harga dan ketersediaan kedelai sebagai bahan bahu utama tahu dan tempe. 

“Saya siap memerjuangkan serta menyampaikan aspirasi para perajin tempe kepada pemangku kebijakan di tingkat Pusat. Misalnya harga kedelai bisa stabil sehingga perajin tetap untung. Petani kedelai di Indonesia juga perlu didorong untuk berproduksi agar tidak sepenuhnya bergantung pada impor,” kata Fadholi yang sudah dua periode duduk di Senayan itu.

Ketua Puskopti Jateng, Sutrisno Supriantoro mengatakan, RAT baru diselenggarakan sekarang yang seharusnya diagendakan pada awal tahun, karena wabah virus korona sehingga agenda tertunda.(RO/*)

Written by 

Berita Serupa