Perempuan Gerejawi Titip Harapan kepada Fatmawati

MAKASSAR (12 Oktober): Calon Wakil Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, nomor urut 1, Fatmawati Rusdi membuktikan diri sebagai calon pemimpin pluralis Kota Makassar. Pasangan M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto itu menjamu sejumlah perkumpulan perempuan gerejawi Kota Makassar, di kediaman pribadinya, Jalan Faisal Raya, Makassar, Senin (12/10) sore.

Deretan perkumpulan perempuan gerejawi hadir dalam pertemuan yang dikemas dalam bentuk dialog itu adalah Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Protestan Indonesia (GPI), Gereja Advent, serta Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT). 

Ketua Wilayah IV PWGT Sulawesi, Kalimantan, dan Papua, Sartje Manganan yang didaulat mewakili seluruh peserta pertemuan itu, menaruh harapan besar kepada pasangan nomor urut 1, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) bila mendapat mandat memimpin Kota Makassar. 

“Di tangan Bu Fatma semoga ke depan Makassar lebih nyaman beribadah. Suasananya terus nyaman. Di sini kami hidup, kami berkarya, dan kami mencintai Makassar,” kata Sartje. 

Ia pun mengajak seluruh perempuan gerejawi di Kota Makassar untuk memenangkan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma). 

“Satukan hati kita kiranya pada 9 Desember kita tidak beralih ke lain hati. Nomor 1, ADAMA’. Bu Fatma sebagai perempuan akan memberdayakan semua perempuan di Makassar,” katanya.

Fatma pada kesempatan tersebut mengatakan, sejak turun mappatabe’ (sopan-santun/permisi) hingga masuk tahapan kampanye, dirinya telah beberapa kali menemui warga dan tokoh umat Kristiani. Hal itu dilakukannya untuk mendekatkan diri kepada seluruh umat beragama di Kota Makassar. 

“Terima kasih dan penghargaan atas sambutan hangat yang diberikan,” kata Fatma. 

Pertemuan yang dihadiri mayoritas warga Tana Toraja yang berdomisili di Makassar, Fatma juga menyampaikan bahwa Tana Toraja adalah bagian dari keluarganya. 

Fatma yang juga fungsionaris DPP Partai NasDem itu menekankan tentang pluralisme di Makassar. Bahwa daerah ini sangat heterogen, maka semangat pembangunnya pun mesti berdasar semangat tersebut. Meski berbeda, tetapi tetap satu tujuan. 

“Semoga kekeluargaan ini tetap terjalin,” tambah Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap 2008-2018 itu.  (*)

Written by 

Berita Serupa