Pidato Presiden Jokowi Tunjukkan Keberanian Bersikap Tegas

JAKARTA (28 September): Pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum Ke 75 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pekan lalu, menunjukkan konsistensi politik luar negeri Indonesia bebas aktif dan tidak berpihak pada blok kekuatan global manapun.

Penilaian itu dikemukakan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan di Jakarta Senin (28/9) di sela-sela mengikuti jadwal persidangan di DPR. Farhan menanggapi pidato Presiden Joko Widodo yang disampaikan secara virtual dalam Sidang Umum PBB pada Selasa (22/9). 

Ini untuk pertama kali Presiden Jokowi berpidato di depan Sidang Majelis Umum PBB setelah dua periode menjadi Presiden RI. Dalam lima tahun periode pertama, Jokowi selalu menugaskan Wapres Jusuf Kalla menghadiri dan berpidato di forum Sidang Umum PBB.

“Dalam pidato itu Presiden RI menunjukan keberanian bersikap tegas atas berbagai pelanggaran hukum internasional dan perpecahan antarbangsa, akibat persaingan antarkekuatan global,” kata Farhan.

Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengatakan konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Menurut Legislator NasDem itu, keberanian Indonesia mengkritisi hal tersebut dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan dan refleksi terhadap posisi kita di dunia sebagaimana yang diamanatkan oleh pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kita harus bangkit dan menjadi bangsa yang mandiri, penuh inovasi dan semangat kolaborasi dengan bangsa lain. Kita harus mampu menjadikan Indonesia sebagai pemain kelas dunia,” tambah wakil rakyat dari dapil Jawa Barat I itu.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam kesempatan terpisah di forum PBB mengungkapkan peningkatan rivalitas antarnegara mengganggu kerjasama multilateral. Pidato Presiden Jokowi secara khusus mengkritisi kondisi tersebut, bahkan meminta adanya reformasi dalam tubuh PBB. 

Terkait dengan peran PBB dalam menjaga perdamaian dunia, Legislator NasDem itu berharap PBB dapat menjadi pemersatu dan menjadi harapan masa depan bangsa-bangsa di dunia. Farhan mengutip Pidato Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa PBB bukan sekadar sebuah gedung di Kota New York, tetapi merupakan simbol komitmen kita kepada generasi mendatang. (*)

Written by 

Berita Serupa