a

Sulaeman L Hamzah Peduli Sekolah Adat

Sulaeman L Hamzah Peduli Sekolah Adat

JAYAPURA (17 Juni): Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Sulaeman L Hamzah, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem mengunjungi masyarakat di daerah pemilihannya Papua. Kunjungan dilakukan di antaranya ke Kampung Adat Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (16/6). 

Dalam kunjungan itu, Sulaeman didampingi anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah, yang juga Sekretaris Komisi V DPRP yang membidangi pendidikan.

Kunjungan Sulaeman kali ini bertepatan dengan kegiatan Training of Trainers (ToT) dan Lokakarya terkait penyusunan silabus dan modul “Bahasa Ibu’’ Melalui Pendidikan Adat. Kegiatan tersebut dilakukan Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura. Acara dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat dan para pengajar sekolah adat tersebut. 

Sulaeman mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Kampung Hobong yang telah bekerja keras dan ikut mengambil bagian dalam mencerdaskan anak-anak bangsa melalui pembangunan sekolah adat. 

Sebagai pengusul RUU Masyarakat Adat, Legislator NasDem itu juga merasa terus berkewajiban untuk mendorong RUU tersebut segera disahkan menjadi UU dan menjadi payung hukum bagi masyarakat adat dalam memperjuangkan hak-haknya. 

“Sekolah adat yang dibangun untuk melestarikan nilai-nilai adat ini sangat luar biasa. Apalagi kegiatan belajar mengajar di sekolah adat ini sudah berlangsung mulai dari jenjang sekolah anak usia dini. Anak-anak akan belajar tentang nilai-nilai dan norma-norma adat mereka,” kata Sulaeman.

Anggota DPR RI dua periode dari NasDem itu sangat merespon kegiatan TOT dan Lokakarya tersebut yang menujukkan masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat Sentani Jayapura sudah mampu membangun sumber daya manusia terutama melalui adat dan akan membangkitkan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. 

“Sekarang ini percepatan pembangunan di Papua harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat adat. Sekolah adat yang sudah dibangun ini misalnya harus menjadi lembaga pendidikan yang memiliki semangat untuk terus menjaga tradisi dan nilai-nilai adat istiadat yang ada," paparnya.

Sulaeman berharap kehadiran sekolah tersebut bisa membuka cara pandang baru terhadap dunia pendidikan, dan menghadirkan lembaga pendidikan yang benar-benar berbicara tentang adat dan jati diri orang Papua yang sejalan dengan Otonomi Khusus di Papua.

“Program sekolah adat di Kampung Hobong ini merupakan bentuk program pembangunan yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu saya akan membantu Rp25 juta untuk pengembangan yayasan pendidikan sekolah adat ini,” tambahnya. 

Origenes Monim selaku penggagas dan Ketua Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura berterima kasih atas kunjungan anggota DPR RI Fraksi NasDem yang memperjuangkan RUU Masyarakat Adat itu. 

“Pertama-tama kami sampaikan terima kasih banyak atas kunjungan Bapak Sulaeman L Hamzah, anggota DPR RI dari Partai NasDem dan rombongan. Untuk kita ketahui bersama bahwa sekolah adat yang kita dirikan harus menjadi lembaga pendidikan untuk melestarikan adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang ada. Anak-anak harus paham dengan adat istiadat leluhurnya dan paham betul terkait nilai-nilai moral kebudayaan yang sudah turun temurun di wilayah adat di Sentani ini khususnya di sembilan wilayah dewan adat suku Mamta Kabupaten Jayapura," pungkas Origenes Monim.(*)

Add Comment