Tina Ajak Pelajar Hindari Provokasi dan Intoleransi

KENDARI (25 September): Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem, Tina Nur Alam kembali menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para pelajar atau siswa SMAN 10 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (24/9).

Pada  acara sosialisasi Empat Pilar MPR yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu dihadiri siswa dan guru dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Setiap peserta sosialisasi yang masuk wajib cek suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan masker, serta dengan pengaturan jarak tempat duduk.

Dalam paparannya, Tina Nur Alam yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mengatakan, sosialisasi Empat Pilar MPR itu amat penting dilakukan dan akan terus dilakukan di masyarakat. 

“MPR telah berkomitmen mengarahkan seluruh anggotanya untuk selalu mengingatkan pentingnya nilai-nilai empat pilar bangsa di seluruh lini kehidupan masyarakat,” terangnya. 

Khusus pada generasi muda, Legislator NasDem itu mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan lebih dari satu arah. Di antaranya melalui sosial media yang tidak digunakan secara bijaksana.

“Oleh karena itu, saya mengimbau anak-anak dan semua masyarakat di lingkungan pendidikan agar benar-benar memahami pendidikan karakter. Jangan mudah terprovokasi, menghindari ujaran kebencian, dan juga jangan bersikap intoleransi,” pesannya dalam sosialisasi yang juga dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Tenaga Kependidikan Dikbud Sultra, Syaiful dan Kepala SMAN 10 Kendari, Surasdin.

Baginya, pemerintah harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan karakter karena saat ini cukup banyak generasi muda terperangkap dalam krisis mental dan etis.

Legislator NasDem itu menyampaikan agar nilai-nilai ketuhanan, saling menghargai, dan gotong royong dalam Pancasila benar-benar bisa diimplementasikan dalam bermasyarakat, utamanya dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kita juga harus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai wujud pemahaman makna Bhinneka Tunggal Ika. Para siswa tidak boleh dengan mudah mengonsumsi hoax, apalagi memproduksi hoax sehingga terkadang hal itu menjadi dasar lahirnya perpecahan,” ungkap tokoh perempuan Sultra itu.

Pada kesempatan itu, Tina juga membagikan buku empat pilar bangsa. Dia berharap sosialisasi ini menjadi energi positif lahirnya generasi muda yang berprestasi di Sultra secara umum. (ALP/*)

Written by 

Berita Serupa