Rachmad Gobel Yakin IKM Jateng, DIY akan Bertahan

YOGYAKARTA (13 September): Indonesia sudah melewati sejumlah krisis ekonomi. Dari perjalanan sejarah itu, terbukti bahwa Industri Kecil dan Menengah (IKM) terbukti tangguh dan menjadi pilar pertahanan ekonomi nasional. Keterlibatan rakyat, kearifan lokal, serta kedekatan dengan bahan baku menjadi modal IKM memberdayakan ekonomi rakyat. 

Begitu juga kondisi di Jawa Tengah. Sentra ukiran di Jepara, pusat batik di Pekalongan, dan berbagai pusat usaha kuliner rakyat telah menjadi tempat berlindung rakyat dari terpaan krisis. Tentu bukan situasi yang mudah, namun sifat gotong royong yang telah lama menjadi cara hidup membuat tantangan krisis ini dihadapi dalam kebersamaan. 

Demikian intisari dialog Wakil Ketua DPR RI, Rachmad Gobel dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kediaman Gubernur Jateng itu di Semarang, Jateng, Jumat (11/9). Selain membahas ketahanan dan masa depan IKM, kedua tokoh ini juga membahas mengenai investasi dan RUU Omnibus Law. 

“Saya mengunjungi sentra IKM di Jawa tengah, mulai sektor handicraft, mebel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota,” ungkap Rachmad  Gobel, Legislator NasDem itu.

Ganjar Pranowo mengapresiasi kunjungan Rachmad Gobel di Jateng untuk melihat langsung suasana kebatinan masyarakat yang ada kaitannya dengan RUU Omnibus Law, khususnya tentang investasi.

“Kunjungan Pak Rachmad Gobel sangat penting untuk masyarakat tahu, dan tadi kami bukan hanya berbicara tentang investasi, tapi juga membicarakan ketenagakerjaan, bagaimana kira-kira menegosiasikan sistem upah yang semua bisa happy, pengusaha happy, buruh happy, dan pemerintah happy,” kata Ganjar.

Rachmad Gobel melakukan perjalanan ke sentra IKM mebel di Jepara dan Kota Salatiga, juga melihat sentra kuliner di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta di DIY. 

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kulon Progo DIY pada Sabtu (12/9), amggota DPR RI dari Gorontalo itu menyarankan adanya rute ekonomi baru ke sentra-sentra usaha rakyat. Salah satunya ke sentra Sembung Batik di Kecamatan Lendah, Kulon Progo. Dengan adanya rute itu, wisatawan akan tinggal lebih lama dan belanja lebih banyak sehingga pendapatan asli daerah akan meningkat. 

“Wisatawan bisa menginap di home stay, belajar membatik dan menikmati kuliner lokal. Dengan masa tinggal yang lebih lama, tentu pembelanjaan mereka meningkat. Ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata,” ujar Rachmad yang pernah menjadi utusan khusus Presiden untuk kerja sama Indonesia-Jepang itu. 

Kabupaten Kulon Progo memang harus bersiap merespons peluang ekonomi dari dioperasikannya Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Dengan adanya bandara baru tersebut akan terbuka konektivitas langsung dengan dunia internasional dan membawa peluang sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan cermat untuk kesejahteraan rakyat.  

Lahir dan besar di keluarga industri, Rachmad mengaku bisa merasakan tekanan yang dialami pelaku IKM selama krisis pandemi Covid 9 ini. Sebelum menjadi wakil rakyat di Senayan, Rachmad  menjadi Ketua Kadin Indonesia bidang logam, mesin, kimia dan elektronik selama dua periode. 

“Walau sejarah dan perjalanannya sedikit berbeda dengan teman-teman di sini, saya juga orang industri. Saya bisa merasakan tekanan yang kini dirasakan IKM. Karena itu kita harus bekerja sama, saling memberi ide. Nah, dengan begitu bantuan atau stimulus pemerintah akan lebih efektif. Saya yakin IKM akan bertahan dan bangkit dari krisis,” ujar Legislator NasDem itu. (RO/*)

Written by 

Berita Serupa