a

Rapsel Ali Serap Aspirasi Penanganan Covid-19 di Sulsel

Rapsel Ali Serap Aspirasi Penanganan Covid-19 di Sulsel

MAKASSAR (5 Juni): Memanfaatkan masa reses, anggota Komisi VIII DPR-RI Fraksi NasDem, Muhammad Rapsel Ali, mengunjungi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Makasaar, Sulsel, Rabu (3/6).

Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan hand sanitizer, Rapsel Ali melalui Staf Ahlinya, Darmawan, disambut Endro, Kepala Bidang I BPBD Sulsel beserta stafnya.

"Kami menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Bapak Muhammad Rapsel karena tidak bisa hadir berhubung masih terbatasnya ruang gerak karena wabah Covid-19 ini. Kehadiran kami kali ini dalam rangka menyerap dan mendengar aspirasi BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dalam menangani wabah Covid-19 sebagai mitra kerja dari Komisi VIII DPR-RI," katanya.

BPBD yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi VIII DPR RI, menurut Darmawan, menjaga hubungan baik dan terus berkomunikasi agar segala kendala yang dialami BPBD Sulsel dapat tersampaikan hingga ke tingkat pusat.

"Kami harus mendengarkan juga penyampaian BPBD sebagai bahan acuan laporan kami ke pusat. Misal tentang bagaimana penanganan Covid-19 di Sulsel, ketersediaan APD dan juga kendala yang dihadapi," bebernya.

Endro menyampaikan bahwa peran BPBD dalam situasi saat ini merupakan tupoksi yang sesuai.

"Ini sudah sesuai tupoksi dari BPBD karena memang Covid-19 ini sudah ditetapkan sebagai bencana nonalam. Terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan kita tidak bisa lepas dari yang namanya Gugus Tugas dan posko induk. Di Gugus Tugas itu semua stakeholder berada didalamnya sebagai tempat kita berkoordinasi," jelasnya.

Bentuk penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan menurut Endro adalah sentralisasi para pasien positif di Kota Makassar sesuai kebijakan Gubernur Nurdin Abdullah dengan melakukan karantina di beberapa lokasi.

"Pemerintah Provinsi melakukan karantina tetapi dengan nama programnya Wisata Duta Covid-19 di beberapa hotel di Makassar. Jadi semua pasien positif yang ada di daerah, dikirim ke Makassar sehingga tidak ada lagi potensi penularan di daerah dan semuanya sudah dipusatkan untuk dilakukan karantina atau pengobatan di Makassar," tukasnya.

Program Wisata Duta Covid-19 yang merupakan terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini diharapkan berdampak positif bagi setiap pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh dan juga masyarakat di lingkungannya masing-masing nantinya.

"Setelah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 ini sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya masing-masing itu akan ditetapkan sebagai Duta Covid-19 dan diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sekitarnya tentang bagaimana cara menjaga dan mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya," kata Endro.(Hatim/*)

Add Comment