Subardi Tinjau Pesantren Disabilitas Gunungkidul

YOGYAKARTA (24 September): Anggota Komisi VI DPR F-NasDem, Subardi meninjau Pondok Pesantren Ainul Yaqin, di Karang Tengah, Tepus, Gunungkidul, DIY. Rabu, (23/9). Kunjungan itu dalam rangka membantu kebutuhan pesantren yang banyak dihuni anak-anak disabilitas. 

Subardi menyaksikan bagaimana anak-anak diperlakukan baik. Santri terdiri dari 116 orang, mulai dari anak usia dini, remaja hingga dewasa. Sebagian mereka merupakan anak-anak terlantar dengan masa lalu kelam. Bahkan di antaranya kerap bertingkah aneh, seperti melukai diri sendiri, menjerit, atau memecahkan benda-benda sekitar.

“Menyaksikan anak-anak di sini menyadarkan kita betapa pentingnya merawat rasa kemanusiaan. Jeritan hati mereka penuh harapan untuk tetap hidup bertahan meski dengan keterbatasan. Mereka adalah potret mulia kehidupan, di saat banyak manusia hidup dengan kepalsuan,” ujar Legislator NasDem dari darpil DIY tersebut.

Subardi yang juga Ketua DPW NasDem DIY berjanji memperhatikan keberlangsungan pesantren tersebut, terutama pembangunan gedung. Pasalnya, banyak gedung yang belum tuntas dibangun namun sudah digunakan. 

“Saya akan perjuangkan pembangungan infrastruktur di sini. Ini tanggung jawab moral saya,” ucap wakil rakyat dari DIY itu.

Pesantren AInul Yaqin dirintis sejak tahun 2015 oleh Isma Almatin. Awal merintis ia sempat kesulitan beradaptasi dengan lingkungan. Kini berkat ketekunannya, banyak pihak yang mengapresiasi dan membantu pendanaan maupun berbagai kebutuhan.

“Misi Pesantren Ainul Yaqin ingin mengubah image disabilitas agar tidak menjadi “sampah” di masyarakat. Jangan ada lagi anak-anak dikurung atau dipasung di lingkungannya. Di sini mereka membuktikan, masih ada secercah harapan meraih kebahagiaan,” papar pria yang akrab disapa Guru Isma itu.

Di Pesantren Ainul Yaqin, para santri digolongkan menjadi tiga kelas, yakni Serba Bantu, Arahan Bantu, serta kelas Mandiri. Mereka dididik dengan pendidikan agama, tahfidz quran dan seni islami. Banyak di antaranya berasal dari luar Yogyakarta, seperti Sumatera dan Sulawesi.(Nizar/*)

Written by 

Berita Serupa