Pascaliburan Panjang Testing, Tracing Covid 19 Harus Ditingkatkan

JAKARTA (2 November): Pascaliburan panjang pekan lalu, upaya testing dan tracing harus ditingkatkan agar pencegahan penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah tetap terkendali.

“Pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain pada masa libur panjang pekan lalu cukup tinggi. Karena itu upaya testing dan tracing terkait Covid-19 harus ditingkatkan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11).

Sebagai contoh, Rerie, panggilan akrab Lestari, mengungkapkan, berdasarkan keterangan Gubernur Jawa Barat, di wilayahnya hasil rapid test selama liburan panjang menunjukkan sekitar 408 wisatawan reaktif.

Temuan hasil testing Covid-19 itu, jelas Rerie, harus di-tracing dengan ketat dan terukur untuk menghindari lonjakan penularan.

Apalagi, kata anggota DPR RI Fraksi NasDem itu, berdasarkan catatan PT Jasa Marga sebanyak 655.365 kendaraan meninggalkan Jakarta selama liburan panjang sejak Rabu (28/10) sampai Sabtu (31/10). Namun, yang kembali ke Jakarta via tol baru 347.733 kendaraan.

Jadi, tegas Legislator Partai NasDem itu, masih ada setengah dari jumlah kendaraan yang keluar Jakarta belum kembali.

Dalam kondisi tersebut, jelas Rerie, perlu keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan testing dan tracing terhadap masyarakat yang hasil rapid test-nya reaktif saat berwisata.

“Kerja sama antarpemerintah daerah dalam  pengendalian Covid-19 di Tanah Air harus ditingkatkan untuk mencegah ledakan penularan,” ujar wakil rakyat dari dapil Jawa tengah II (Demak, Kudus, Jepara) itu.

Sampai kemarin (1/11), jelas Rerie, jumlah positif Covid-19 terus bertambah. Laman Covid19.go.id, dalam 24 jam terakhir atau dari Minggu, 1 November 2020 hingga Senin, 2 November 2020, mencatat terjadi penambahan sebanyak 2.618 kasus positif terinfeksi virus corona (Covid-19).[*]

Written by 

Berita Serupa