Anak Muda Tawarkan Kekuatan Gagasan

JAKARTA (2 November): Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Hillary Brigitta Lasut menegaskan, banyak anak muda Indonesia telah mencetak prestasi tingkat internasional ataupun menciptakan start-up dan menopang ekonomi banyak orang.

Menurut anggota termuda DPR RI itu, kontribusi anak muda diwujudkan dalam berbagai hal yang tak bisa disamaratakan. Tidak adil kalau milenial distereotipkan dengan hanya bisa berdemonstrasi. 

“Apakah disebut berkontribusi itu kalau semua anak milenial menjadi ketua umum partai? Atau harus menjadi anggota DPR? Atau jadi kepala daerah baru dianggap berkontribusi? Kan tidak juga,” ungkap Hillary melalui keterangan tertulis, Senin (2/11).

Di luar negeri, tambah Legislator NasDem dari dapil Sulawesi Utara itu, anak-anak muda yang masuk dalam kategori paling berpengaruh di dunia, seperti Gretta Thunberg dan Malala Yousafzai adalah mereka yang turun dan berorasi, memperjuangkan apa yang mereka anggap krusial dan patut diperjuangkan untuk kepentingan banyak orang. 

“Kenapa di Indonesia upaya bersuara, berdemo dan berpolitiknya anak muda dianggap tidak ada sumbangsihnya? Tidak ada nilainya? Soekarno saja sejak usia 16 tahun sudah bersuara, berorasi dan terlibat aktif dalam memperjuangkan cita-cita bangsa,” terang Hillary. 

Legislator NasDem itu mengakui bahwa ada banyak hal yang masih harus diajarkan kepada anak muda oleh yang lebih tua, tetapi tidak tepat jika ajaran itu disampaikan dengan cara menyerang.

“Saya meyakini gerakan anak muda dalam demonstrasi akhir-akhir ini adalah hasil dari sosialisasi dan upaya jangka panjang pemerintah yang mengharapkan anak muda Indonesia tidak apatis politik, abai dan pesimistis terhadap dunia hukum dan pemerintahan di Indonesia. Banyak lembaga survei menyatakan mayoritas anak muda Indonesia pesimistis dan apatis politik, karena merasa tidak mungkin aspirasi dan kepentingannya terakomodasi,” papar Hillary. 

Anak muda, kata Hillary, memang tidak hadir menawarkan pengalaman, tetapi mereka menawarkan kekuatan gagasan, ide dan masa depan. Anak muda memang inovatif tapi progresif. Mereka masih harus banyak dibimbing dan dibina, supaya mereka menunjukan kepeduliannya kepada bangsa dan Tanah Air ini. 

Hillary menambahkan, saat pileg dan pemilu, semua partai berbondong-bondong mengajak anak muda aktif dan tidak apatis politik. Agar anak muda dan pemilih pemula memberikan hak suaranya dan aktif berpolitik. 

“Jadi jangan sampai setelah kini mereka menunjukkan terobosannya, kita menanggapi dengan kata-kata yang kurang apresiatif,” tegas Hillary. 

Kendati demikian, Srikandi NasDem itu tidak menyalahkan pernyataan-pernyataan para senior di bidang politik karena unjuk rasa milenial disertai ricuh pengrusakan fasilitas publik, yang berakibat turunnya harga saham, atau bahkan kaburnya pengusaha.

“Memang tidak bisa dibiarkan unjuk rasa dijadikan ajang untuk membuat kekacauan, mengganggu keamanan, maupun merusak fasilitas umum,’’ kata Legislator NasDem itu lagi.(RO/*)

Written by 

Berita Serupa