a

DPR Terus Pantau Pengembangan Inovasi Alkes

DPR Terus Pantau Pengembangan Inovasi Alkes

JAKARTA (5 Mei): DPR RI menggelar rapat kerja (Raker) gabungan Komisi VI, VII dan IX DPR RI dengan Menristek/Kepala BRIN, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatan di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5). Rapat virtual tersebut juga sekaligus menjadi rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala lembaga pemerintahan nonkementerian (LPNK), yakni BPPT, LIPI, LAPAN, BPOM, dan LBM Eijkman.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel yang membuka raker tersebut mengatakan raker untuk membahas beberapa masalah di antaranya mengenai percepatan pencegahan dan penanggulangan akibat penyebaran Covid-19 yang semakin masif dan merata.

"Berdasarkan data jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 11.587 jiwa," ujar Rachmad Gobel.

Legislator NasDem tersebut juga menyebut jumlah kasus positif yang ditemukan mulai dari kota besar hingga pelosok pedesaan ini tergolong angka yang tinggi sehingga, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia harus beradu cepat dengan waktu.

Legislator NasDem dari dapil Gorontalo itu menambahkan, saat ini Indonesia tengah menghadapi permasalahan seperti kurangnya alat bantu pernapasan, test kit pendeteksi Covid-19, serta permasalahan lainnya. Maka, pengembangan alat kesehatan (Alkes) dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan pemerintah tersebut.

"Percepatan konsorsium ini merupakan bagian dari dukungan untuk tugas Gugus Tugas Covid-19 dalam bidang penelitian, pengkajian, dan penerapannya," tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, juga dari Fraksi Partai NasDem. Sugeng berharap agar Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) dapat mempercepat program konsorsium mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia.

Kuncinya, kata Sugeng, terletak pada pengembangan inovasi alat kesehatan, seperti portable ventilator, vaksin, dan penemuan obat Covid-19.

"Termasuk juga peta penanganan dan langkah prioritas dalam urgensi penanggulangan Covid-19," tambah anggota DPR RI dari dapil Jawa Tengah (Jateng) VIII itu.

Dalam keterangannya kepada media, Sugeng juga menegaskan, program percepatan itu memerlukan koordinasi dan dukungan yang menyeluruh dari berbagai pihak.

"Secara khusus kami ingin mengelaborasi tentang sejauh mana koordinasi, hilirisasi, dan komersialisasi produk-produk dari konsorsium riset dan inovasi Covid-19," kata anggota Fraksi NasDem tersebut.

Dalam rapat tersebut, Sugeng menegaskan bahwa upaya sinergi dalam inovasi penanganan pandemi Covid-19 ini juga merupakan salah satu kesimpulan hasil Raker/RDP Komisi VII dengan Menristek/Kepala BRIN, BPPT, LIPI, LAPAN dan Direktur LBM Eijkman pada bulan lalu, persisnya pada  Selasa (14/4).

“Kita akan terus memantau implementasi pengembangan inovasi alat kesehatan oleh BRIN dan instansi yang lain,” pungkasnya. []

Add Comment