Perbaikan Infrasruktur Pertanian di Karawang Mendesak

KARAWANG (9 Oktober): Pertanian dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi calon Wakil Bupati Karawang, Jawa Barat, Aep Syaepuloh. 

Kader NasDem itu menyebutkan, untuk meningkatkan dan menghidupkan gairah perekonomian di bidang pertanian dan UMKM, perbaikan infrastruktur fisik dan nonfisik harus dilakukan.

“Infrastruktur fisik ini salah satu yang sangat penting untuk mendongkrak perekonomian. Tetapi saya tidak ingin membuat akses infrastruktur hanya untuk menunjang perekonomian dalam jangka pendek. Tetapi harus kita bangun untuk jangka waktu belasan hingga puluhan tahun,” ungkap Aep, calon Wakil Bupati Karawang nomor urut 2 itu di sela acara penyerahan bantuan traktor untuk kelompok tani di Karawang, Jumat (9/10).

Sedangkan infrastruktur nonfisik, kata Aep, perlu adanya perbaikan dalam akses pasar, hingga rantai pasok untuk pertanian dan UMKM. 

“Bagaimana potensi pengembangan itu harus dibantu pemerintah dari membuka akses pengembangan usaha, pengembangan pasar. Saya yakin potensi itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Ia memberikan contoh, beras Karawang kalah bersaing dengan beras Cianjur karena kurangnya branding dan promosi.

“Orang lebih mengenal beras Cianjur padahal berasnya juga dari Karawang. Kita sebenarnya mampu menciptakan branding beras Karawang. Pasarnya bisa dilakukan, misalnya dengan memanfaatkan koperasi di industri,” jelasnya. 

Kader NasDem itu mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah kalangan dari kawasan industri yang siap menampung beras Karawang.

“Sekitar 1200 perusahaan di Karawang. Tinggal pemerintah daerah siap berkomunikasi dengan koperasi perusahaan-perusahaan itu untuk memasok beras,” ucapnya.

Untuk UMKM, Aep menginginkan setiap desa menonjolkan produk UMKMnya. Sedangkan salah satu bentuk pemasarannya adalah setiap ritel dan pasar modern harus menyediakan outlet untuk UMKM Karawang.

“Bahkan setiap acara pemda atau rapat pemda, produknya harus dari UMKM Karawang,” ujarnya. 

Selain itu, pemerintah daerah juga harus mahir menciptakan peluang agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi atau Pusat dalam pengembangan perekonomian pertanian dan UMKM.(MI/*)

Written by 

Berita Serupa