a

Kementan Luncurkan ATM Beras Percepat Bantuan Pangan

Kementan Luncurkan ATM Beras Percepat Bantuan Pangan

JAKARTA (23 April): Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan soft launching ATM Pertanian Sikomandan guna mempercepat penyediaan bantuan pangan bagi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa 2020. Peluncuran ATM beras itu berlangsung di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

"Keberadaan ATM itu dinilai mampu membantu warga yang mengalami keterbatasan akses pangan selama mengikuti kebijakan pemerintah akibat pandemi Covid-19," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

Menurut Syahrul, kegiatan itu juga sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk membantu memenuhi pangan masyarakat yang terkenda dampak Covid-19.

"Ini adalah sebuah bentuk panggilan, di mana kami hadir di tengah-tengah situasi yang sedang dihadapi bangsa ini. Terlebih, pandemi Covid-19 telah menyerang seluruh dunia," ujar kader NasDem tersebut dalam keterangan tertulis, Rabu, (22/4).

Dalam kesempatan ini, Mentan memberikan bantuan beras gratis kepada masyarakat di wilayah Gunung Sahari Kemayoran. Bantuan diberikan melalui mesin ATM tersebut.

"Mesin ini disebut ATM Pertanian Sikomandan. Warga yang mendapat bantuan silakan datang ke Kodim untuk mengambil beras lewat ATM," katanya.

Mengenai pasokan beras di ATM itu, Syahrul mengatakan Kementan sudah menyiapkan stok untuk memenuhi kebutuhan sampai dua bulan ke depan.

Setiap hari, masyarakat bisa mengambil beras sebanyak 1,5 kg per orang di 12 Kodim yang tersebar di seluruh Jabodetabek. Adapun stok beras yang dibagikan secara gratis ini mencapai 1,2 ton per hari.

Mulyanto yang berprofesi sebagai kuli bangunan mengaku sangat senang dengan peluncuran mesin ATM beras tersebut. Dia berharap bantuan ini bisa terus dilakukan hingga memfasilitasi seluruh warga miskin.

"Sangat terbantu sekali dengan adanya mesin ATM beras gratis ini. Setiap hari jadi kita tidak perlu khawatir dengan harus membeli beras apalagi sekarang situasi sedang sulit," pungkasnya.(medcom/*)

Add Comment