Pemerintah Perlu Segera Undangkan UU Cipta Kerja

JAKARTA (20 Oktober): Untuk mengurangi tensi penolakan UU Cipta Kerja yang telah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI 5 Oktober 2020, Sekretaris Dewan Pakar Partai NasDem, Hayono Isman menyarankan agar pemerintah segera mengundangkan UU Cipta Kerja.

“Saya kira lebih cepat akan lebih baik. Tidak perlu menunggu 30 hari, karena jika terlalu lama maka potensi penolakan bisa semakin besar dan ini akan merepotkan kita semua,” ujar Hayono dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (20/10).

Hayono mengatakan, UU Cipta Kerja sudah benar dan bertujuan untuk kepentingan bersama masyarakat Indonesia. Selama ini banyak sekali UU yang tumpang tindih dan harus diselaraskan untuk meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perekonomian bangsa.

Selain itu, Hayono menilai apabila pemerintah menunggu lama waktu pemberlakuannya, maka isu-isu liar yang berkembang di masyarakat, yang dipicu melalui media sosial akan semakin besar dan sulit untuk mengatasinya.

“Pemberlakuan yang cepat dapat mengeliminasi beragam isu, hoaks, dan pendapat yang keliru mengenai maksud dan tujuan sebenarnya dari pembuatan UU Cipta Kerja ini,” jelasnya.

Dia menjelaskan spekulasi yang dimaksud antara lain tuntutan agar pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu), tuntutan membatalkan UU Cipta Kerja, dan beragam protes yang sesungguhnya kurang memahami esensi dari apa yang termaktub dalam UU tersebut.

Masih menurut Hayono, dengan UU Cipta Kerja yang secepatnya diberlakukan maka polemik dan diskursus di masyarakat akan berfokus pada aturan turunan dari UU tersebut. Misalnya Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Daerah (Perda), bukan lagi pada hal yang pokok yaitu UU tersebut.

Namun Hayono meyakini pemerintah sedang memfinalisasi UU Cipta Kerja dan akan segera diberlakukan apalagi melihat latar belakang kelahiran UU tersebut adalah usul inisiatif pemerintah yang ingin membereskan berbagai UU yang kurang sinkron. Semua itu untuk kepentingan jangka panjang.(HH/*)

Written by 

Berita Serupa