a

Warga Jakarta Harus Patuhi Aturan PSBB

Warga Jakarta Harus Patuhi Aturan PSBB

JAKARTA (8 April): Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino berharap seluruh warga Jakarta harus peduli dengan mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diberlakukan di Jakarta Jumat (10/4), setelah Kementerian Kesehatan menyetujuinya.

Salah satu aturan yang mesti dipatuhi adalah tinggal di rumah dan kalau terpaksa ke luar rumah harus benar-benar menjaga jarak. Wibi meminta semua pihak menjalankan penerapan pembatasan sosial dengan penuh kesadaran dan disiplin.

“Pemprov DKI bersama instansi terkait juga harus lebih tegas lagi untuk melakukan penindakan bagi mereka yang melanggar aturan agar kebijakan PSBB bisa lebih efektif," kata Legislator NasDem DKI Jakarta tersebut, Selasa (7/4).

"Semoga semua upaya itu bisa efektif menekan pandemi Corona,” tambahnya.

 

Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta itu mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar mempercepat pelaksanaan PSBB guna menanggulangi pandemi virus Corona.

Jumlah kasus positif terinfeksi virus Corona di Indonesia saat ini mencapai 2.738 kasus  dengan rincian 2.313 perawatan, 204 sembuh dan 221 meninggal. Sebagian besar di antaranya ada di Jakarta dengan 1.369 kasus, 65 sembuh dan 106 meninggal.

Menurut Wibi, kebijakaan PSBB harus segera dijalankan dengan membuat program yang disesuaikan dengan poin-poin penerapannya, sehingga memudahkan para pemangku kepentingan mengimplementasikannya. 

“Kami dari Fraksi NasDem siap berdiskusi dengan Gubernur untuk merumuskan berbagai program prorakyat selama kebijakan PSBB diterapkan di Jakarta,” ujar Wibi. 

Menurutnya, salah satu poin krusial yang harus segera dirumuskan selama PSBB yakni program jaring pengaman sosial kepada warga Jakarta yang paling terkena dampak. 

Legislator NasDem ini menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki Pemprov DKI, ada sekitar 3,7 warga Jakarta yang dikategorikan berpotensi menerima bantuan. Sebanyak 1,1 jutanya adalah warga yang memang sudah mendapatkan bantuan rutin dan 2,6 juta penduduk terdata sebagai penduduk rentan miskin.

“Program sosial ini harus disegerakan agar saudara-saudara kita warga Jakarta tidak terlalu terkena dampak,” tambah Wibi.(HH/*).

Add Comment