Ratu Wulla Sosialisasikan Program Bangga Kencana

TAMBOLAKA (30 Oktober): Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ratu Ngadu Bonu Wulla melakukan sosialisasi program Bangga Kencana dengan menggandeng salah satu mitra kerjanya di Komisi IX DPR yakni Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Program Bangga Kencana dari BKKBN yang disosialisasikan Ratu Wulla itu bertujuan untuk mengarahkan agar keluarga mempunyai rencana berkeluarga, punya anak, pendidikan dan sebagainya sehingga akan terbentuk keluarga-keluarga berkualitas dan sejahtera.

Ratu Wulla menyampaikan, betapa pentingnya keluarga-keluarga harus dipersiapkan secara baik terutama anak-anak dalam pola pengembangannya di masa emas (golden age).

“Asupan gizi anak-anak penting diperhatikan agar kesehatan dan tumbuh kembangnya tercukupi. Sehingga tercipta generasi-generasi emas khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) serta menekan angka stunting pada anak,” katanya saat menjelaskan program Bangga Kencana kepada masyarakat di Tambolaka, SBD, NTT,  Jumat (30/10).

Selain menyuarakan tentang kondisi dan kebutuhan kesehatan di NTT termasuk Sumba, Ratu Wulla sebagai wakil rakyat dari dapil NTT II juga memperjuangkan porsi anggaran di bidang kesehatan untuk program promotif dan preventif bagi masyarakat di NTT 

“Termasuk untuk pengembangan keluarga berencana dan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Legislator NasDem itu. 

Ratu Wulla mengingatkan pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar diterapkan dalam setiap keluarga di SBD.

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem itu juga mengimbau agar setiap keluarga pasangan usia muda menghindari pemahaman tradisional terkait banyak anak banyak rezeki. 

“Sebaiknya untuk setiap pasangan khususnya usia muda untuk lebih memperhatikan jarak kehamilan, jumlah anak sesuai anjuran kesehatan, dan kemampuan keluarga dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak,” tutur Legislator NasDem itu. 

Kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru dalam sosialisasi tersebut menekankan penggunaan kondom oleh setiap keluarga di SBD. 

“Hal tersebut bertujuan guna menekan angka kelahiran atau fertilitas. Selain itu, juga bisa digunakan metode KB lainnya untuk mencegah tingginya angka kelahiran,” kata Marianus. 

Ia menekankan, untuk mencapai keluarga yang sejahtera maka harus dipersiapkan secara serius baik dari sisi kesehatan, jumlah anak, dan juga sisi finansial guna menunjang kebutuhan rumah tangga. (Rolly Luka/HH/*)

Written by 

Berita Serupa