a

Pemerintah masih Lamban Tangani Covid-19

Pemerintah masih Lamban Tangani Covid-19

JAKARTA (4 April): Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni mengaku cemas lantaran lambannya pemerintah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan dan kurangnya rumah sakit rujukan korban virus Corona (Covid-19).

Akibat lambannya pemerintah tersebut masyarakat yang terjangkiti Covid-19 belum tertangani secara maksimal.

“Saya selalu memantau perkembangan penanggulangan Covid-19 ini. Saya lihat masih kurangnya masker, rapid test dan APD bagi petugas kesehatan. Jika barang itu belum juga sampai ke rumah sakit-rumah sakit rujukan tentu kita sulit menanggulangi kondisi ini,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI dari dapil Sumatera Barat (Sumbar) I itu, Sabtu (4/4).

Selain itu, kata Legislator NasDem itu, rumah sakit rujukan korban Covid-19 juga masih kurang, khususnya di daerah-daerah zona merah. Akibatnya penanganan dan perawatan pasien mulai dari status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga yang terinfeksi menjadi sangat lamban.

“Kita minta pemerintah berkonsentrasi penuh mengatasi masalah ini dengan penanganan yang cepat dan maksimal. Karena saya lihat penularan terus terjadi dan yang terinfeksi terus meningkat,” imbuh Lisda.

Lisda yang juga Ketua PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar tersebut merasa risau melihat perkembangan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir karena belum juga tampak titik terang. Ia agak cemas apabila pemerintah tidak bergerak cepat, maka kondisi Indonesia akan sama dengan terjadi di negara-negara Eropa yang saat ini kewalahan menghadapi pandemi Covid-19.

“Jangan sampai kita seperti Italia karena lalai dan tidak mengantipasi dengan cepat penularan dan penanganan virus ini. Insya Allah kita bisa ke luar dari situasi sulit ini,” katanya.(HH/*)

Add Comment