a

NasDem Jabar Kritisi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

NasDem Jabar Kritisi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

MAJALENGKA (14 Maret): Nina Nurhayati, anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Partai NasDem, menyoroti anggaran pendidikan dan kesehatan dalam APBD Jabar 2020 yang belum terlihat kenaikannya. Padahal, anggaran belanja Pemerintah Jabar 2020 naik Rp5 triliun dari tahun lalu.

Menurut Nina, ada kenaikan signifikan dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar dan anggaran belanja tahun 2020. Namun ia tidak melihat perubahan pagu anggaran dari mitra-mitranya di wilayah kesejahteraan rakyat (Kesra).

“Kenaikan belanja yang besar itu angka-angkanya belum tercermin di mitra-mitra Komisi V DPRD Jabar,” kata Nina di Majalengka, Jabar, saat menjalankan reses II tahun 2019-2020 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pengukuhan Garnita Malayahati NasDem Majalengka, di Majalengka, Jabar, Rabu (11/3).

Menurut dia, seharusnya ada kenaikan sekitar 10% dari mitra-mitra Komisi V DPRD Jabar kalau melihat besaran anggaran 2020 mencapai Rp46,1 triliun. Terutama untuk sektor pendidikan yang memiliki porsi 20% dan kesehatan 10% dari APBD.

“Jadi kalau belanja provinsi nilainya naik Rp5 triliun berarti 5 per 46 (mitra) ya berarti sekitar 10 persen (kenaikan). Harusnya sektor pendidikan dan kesehatan naik juga. Kami mempertanyakan daftar belanja naiknya di mana, padahal kebutuhannya besar sekali,” ujarnya.

Ia mengaku akan segera berkomunikasi dengan komisi lainnya untuk melihat pos anggaran belanja lain.

“Kita ingin sebagai mitra kalau ada kenaikan anggaran keseluruhan, proporsi kenaikan itu juga terjadi di mitra kami. Kita akan komunikasi dengan komisi lain melihat ini larinya anggaran ke mana,” tutur dia.

Nina juga menyoroti optimalisasi program-program di bidang sosial yang belum efektif. Misalnya, peningkatan minat baca masyarakat melalui Kotak Literasi Digital (Kolecer) yang dinilai belum tampak manfaatnya.

“Program yang disebut program unggulan, kita lihat belum menyentuh esensi masalah, lebih cenderung ke semacam kosmetik saja. Misalnya program perpustakaan, lemahnya minat baca. Contohnya kolecer, publikasi besar tapi tidak menyentuh akar masalah,” ujar Nina.  

Dalam reses yang dihadiri warga Rt 001 Rw 009, warga Rw 010, Kelurahan Majalengka Wetan, serta pengurus DPC Dapil 1 serta pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka itu, 'Ambu' Nina, panggilan akrabnya berharap dapat memperjuangkan aspirasi warga.

Legislator NasDem itu ingin warga bisa berdaya, khususnya kalangan ibu-ibu dengan cara bergabung dengan Garnita NasDem Kabupaten Majalengka dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kewirausahaan. 

‘’Perempuan bisa aktif, membentuk koperasi misalnya, membuat program kegiatan dalam koperasi tersebut yang dibina bersama-sama Garnita, memberdayakan dirinya, seperti membuat usaha konveksi, belajar menjahit, membordir, mendesain dan tentu saja belajar memasarkannya," kata Ambu Nina diakhir acara tanya jawab yang diajukan warga.(NasDem Majalengka/dmr/*)

Add Comment