a

Perlu Bangun Crisis Center Corona di Malioboro

Perlu Bangun Crisis Center Corona di Malioboro

YOGYAKARTA (7 Maret): Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem, Subardi mendesak seluruh pemangku industri pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersatu mendirikan posko Crisis Center Corona, terutama di Malioboro sebagai landmark wisata Yogyakarta. 

Usulan itu sebagai bentuk respon atas masifnya penyebaran virus Corona (Covid 19) yang kian mendunia. Hingga Jumat (6/3), Pemerintah Indonesia mengumumkan sudah ada sembilan pasien Corona terdiri dari lima korban menjalani isolasi dan empat korban positif virus Corona.

"Tidak boleh lengah, segera  bangun posko crisis center. Di posko itu nanti bisa dilakukan penyuluhan maupun pemeriksaan. Intinya ada inisiatif agar industri pariwisata tidak lumpuh," ujar Mbah Bardi sapaan akrabnya, di Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu (7/3).

Mbah Bardi mengatakan bahwa fakta virus Corona memukul pariwisata sudah dirasakan sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Iran hingga Italia. 

"Kalau langkah antisipasi lemah, bisa dibayangkan berapa wisatawan yang hilang, hotel restoran sepi, pedagang maupun pengrajin kehilangan omzet, bahkan event-event kesenian juga terancam batal," ujar Legislator NasDem tersebut.

Menurut dia, kasus Corona bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Pusat. DPR pun juga bekerja keras membendung virus Corona.

"Saya sebagai anggota Dewan juga berkewajiban mengabdi pada rakyat, bekerja untuk rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat," katanya.

"Disinilah saya berkepentingan menyerap aspirasi dari pelaku industri pariwisata agar tetap hidup," jelasnya. 

Anggota DPR RI Dapil DIY itu, memaparkan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan travel warning ke negara-negara terdampak Corona. Tentu jumlah wisatawan asing merosot. Di sisi lain Menko Perekonomian sudah merilis anggaran Rp298,5 miliar untuk stimulus sektor pariwisata, baik mencakup promosi maupun insentif biro perjalanan. 

"Langkah pemerintah sudah tepat, tetapi perlu segera ditindaklanjuti oleh segenap pemangku industri pariwisata DIY. Solusi yang paling realistis adalah mendirikan posko crisis center," pungkasnya.(BA/*)

Add Comment