a

Perlu Diatur Zonasi Toko Ritel Modern di Jember

Perlu Diatur Zonasi Toko Ritel Modern di Jember

JEMBER (25 Februari) : Caleg Partai NasDem Haji Charles Meikyansah menilai Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan penataan dan zonasi toko ritel modern. Hal itu dilakukan agar keberadaan toko ritel modern tidak berimplikasi pada matinya toko kelontong. 

“Affirmative action untuk toko kelontong ini mendesak. Riset Andi Mahendra tentang Analisis Dampak Keberadaan Ritel Modern Indomaret terhadap Perubahan Omzet Penjualan Toko Kelontong di Kecamatan Sumbersari menunjukkan bahwa toko ritel modern membuat penurunan omzet toko kelontong rata-rata 50-70 persen,” ujar Haji Charles di Jember, Senin (25/2). 

Toko kelontong tradisional, kata Haji Charles, tidak akan berdaya berhadapan dengan toko ritel modern dengan kekuatan kapital yang besar.

“Permasalahannya memang tidak serta merta melarang hadirnya toko modern sebagai jalan keluar, karena ini justru akan kontraproduktif terhadap industri dan investasi ritel di Jember,” kata pria yang terdaftar sebagai caleg di Dapil Jember dan Lumajang ini. 

Menurut Haji Charles, dibutuhkan kebijakan dan regulasi yang berpihak pada ekonomi kerakyatan guna menyeimbangkan posisi tawar ekonomi kerakyatan agar bisa hidup berdampingan dengan toko ritel modern. Landasan peraturan kebijakan harus bersifat mensejahterahkan satu sama lain. 

"Oleh karena itu, harus ada kebijakan affirmative action agar toko kelontong tetap tumbuh, agar ekonomi kerakyatan menjadi basis pondasi dari pertumbuhan ekonomi. Affirmative action sangat perlu bagi pelaku ekonomi kerakyatan agar berdaya saing,” katanya.

Muara dari semua permasalahan itu, kata Haji Charles, adalah keadilan sosial. 

“Kita tidak akan dapat menikmati kemerdekaan tanpa kesejahteraan rakyat. Begitu juga dengan kesejahteraan rakyat tidak akan terwujud tanpa keadilan sosial bagi semua,” kata Charles.

Dia menekankan, ekonomi kerakyatan harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Kalau tidak, kemerdekaan akan terus menerus dinikmati sekelompok kecil golongan.

“Saya jadi teringat perkataan Bung Hatta bahwa ‘Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita, Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat’,” kata Haji Charles. (*)

Add Comment