a

Masyarakat Cigadung Tumpah Ruah Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Masyarakat Cigadung Tumpah Ruah Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

PADEGLANG (15 Januari): Ratusan warga Cigadung, Pandeglang, Banten, antusias menyambut kedatangan salah satu putra terbaik kelahiran Pandeglang, H Beni Sudrajat. Kehadiran  anggota MPR/DPR RI  dari fraksi NasDem itu baru-baru ini untuk menyosialisasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Beni merupakan salah satu anggota DPR R dari dapil Banten I, yang meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Dalam suasana penuh keakraban, H Beni Sudrajat (59) menjelaskan pentingnya empat konsensus nasional sebagai panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya ideologi Pancasila. 

"Ideologi Pancasila harus menjadi bagian penting dari upaya menata kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju, sejahtera, kuat dan bermartabat," kata Beni Sudrajat.

Dalam kesempatan tersebut hadir ratusan warga dan beberapa tokoh  masyarakat. Salah satu tokoh ulama KH Salim,  menyatakan sangat gembira dan antusias atas adanya acara tersebut. 

"Saya sangat bangga atas kedatangan bapak H Beni sebagai anggota DPR RI. Semoga H Beni selalu istiqomah dan senantiasa turun menemui masyarkat," harapnya. 

Hasan, salah satu tokoh masyarakat mengajak hadirin untuk mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan  H Beni. Mudah-mudahan ada kebaikan dan kemaslahatan bagi masyarakat. 

Kedatangan H Beni Sudrajat tidak sendirian. Dia membawa tim sebanyak 5 orang tenaga ahlinya yang ikut berbaur bersama warga.

Dalam pertemuan itu H Beni menerangkan, Indonesia  merupakan sebuah negara yang dilahirkan oleh banyak komponen strategis. Salah satunya adalah ulama.

 

"Para ulama sangat berperan besar dalam proses berdirinya NKRI ini. Hal tersebut membuktikan bahwa kontribusi para ulama dalam memperjuangkan dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia ini sangat luar biasa," papar Beni. 

Beni juga mengatakan, jika saat ini ada yang merongrong dan menentang Pancasila sebagai idiologi negara, maka sikap tersebut sangat tidak benar, dan merupakan bentuk penentangan. 

"Kita perlu memberikan pemahaman kepada mereka, bahwa bangsa ini berdiri penuh pengorbanan darah, air mata dan dedikasi para ulama," tegasnya.

Untuk menjalani kehidupan sosial dan bermasyarakat, kata Beni, tidak bisa dipungkiri bahwa akan ditemukan banyak perbedaan dan gesekan-gesekan  antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan ras maupun agama. 

"Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghormati dan  menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian bisa dihindari. Masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban antara yang satu dengan yang lainnya," terang Beni.

Beni Sudrajat mengutip pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 'Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.' 

"Oleh karena itu kita sebagai warga negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antarumat beragama dan saling menghormati antara hak dan kewajiban demi keutuhan Negara," pungkas H Beni.(NasDem Banten/Rois/*)

Add Comment