a

Surya Paloh Minta Pemerintah Tak Gentar Pasca Serangan KKB

Surya Paloh Minta Pemerintah Tak Gentar Pasca Serangan KKB

BANDA ACEH (7 Desember): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta pemerintah tak gentar pasca serangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Distrik Yigi, Nduga, Papua beberapa hari lalu.  Surya bahkan mendukung pemerintah meneruskan pembangunan di Papua. 

"Kami meminta agar pemerintah pusat tidak menghentikan progres pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan di Papua," kata Surya usai menghadiri acara pembekalan caleg NasDem Aceh, di Amel Convention Centre, Banda Aceh, Kamis, (6/12). 

Lebih jauh  Surya mengatakan sikap itu sejalan dengan sikap Presiden Joko Widodo yang menegaskan pembangunan di Papua akan terus berjalan. Partai NasDem mendukung komitmen presiden. 

Surya menambahkan, seluruh jajaran Partai NasDem khususnya di Papua menentang penyerangan yang dilakukan KKSB terhadap pekerja sipil. NasDem mendukung setiap langkah pemerintah dalam memerangi gerakan separatisme. 

"Itulah sikap NasDem, berapa saat ini memang sedang konsolidasi barisan keluarga besar NasDem serta saudara-saudara kita yang di Papua dan Papua Barat untuk menyatakan tekad mereka menentang penyerangan itu," tegasnya.

KKSB melakukan penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya. Mereka yang diserang pada 1 dan 2 Desember tersebut tengah bekerja membangun jembatan di Distrik Yigi, Nduga.

Dalam penyelidikannya tim keamanan bersama TNI-Polri menemukan 16 jenazah korban penembakan di Kali Yigi. Sebagian korban dievakuasi ke Timika dengan helikopter milik TNI Angkatan Darat. 

Diduga, mereka merupakan pekerja PT Istaka Karya yang tengah mengerjakan jembatan saat penembakan terjadi. Sedangkan delapan korban lain yang masih selamat dibawa ke Wamena.  Lalu mereka diterbangkan ke Timika.

 

Kesaksian dari seorang korban selamat, Jimy Aritonang, kelompok kriminal bersenjata (KKB) menggiring 25 pekerja dari kamp ke Gunung Kabo. Tangan mereka diikat dan berjalan kaki menuju Gunung Kabo.

Kelompok bersenjata itu diperkirakan terdiri dari 50 orang. Mereka menyandang senjata api modern dan tradisional. Setibanya di Gunung Kabo, kelompok itu melepaskan tembakan ke para pekerja.(medcom.id/foto: Teuku Rahmad Iqbal) foto:Teuku Rahmad Iqbal/*)

Add Comment