a

Legislator NasDem Desak Pemerintah Bangun Huntara Berbasis Pekarangan

Legislator NasDem Desak Pemerintah Bangun Huntara Berbasis Pekarangan

PALU (14 November): Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah,  Muhammad Masykur mendesak pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota agar  mempertimbangkan banyak aspek dalam melaksanakan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.  

Hal tersebut dimaksudkan supaya Huntara dan Huntap yang akan dibangun tidak terkesan mubazir dan sekadar kejar tayang. 

"Ini proyek besar yang harus sejak sedini mungkin diantisipasi," ungkap Masykur, seperti keterangan tertulis yang dikirim ke redaksi partainasdem.id. 

Lebih jauh Masykur yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Sigi ini menuturkan, yang utama dan terpenting dari semua itu adalah peruntukannya dapat dinikmati dengan aman dan nyaman bagi mereka yang berhak. 

Menurut Masykur, aspek yang harus dipertimbangkan di antaranya adalah partisipasi warga. 

"Ini penting dijadikan pertimbangan utama sebelum terlambat. Sebagai korban, mereka mesti dilibatkan mulai dalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai tahap akhir.  Sebab, program tersebut satu kesatuan dengan pemulihan warga korban pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi," papar Masykur.  

Ditambahkannya, prinsip dasarnya, pemerintah menempatkan warga tidak semata-mata sebagai korban bencana, namun juga sebagai pelaku aktif dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan lainnya.

"Sejatinya kita berharap konsepsi dan implementasinya seperti itu. Sebab model pengungsian di lapangan beragam. Ada yang terkonsentrasi dalam jumlah besar di lapangan dan masing-masing mendirikan tenda pengungsian di halaman rumah," terang Masykur yang kembali akan berkompetisi meraih kursi DPRD Provinsi Sulteng 2019 mendatang. 

Oleh karena itu, tegas Masykur, model pendekatan program pun mesti disadarkan pada konteks dan karakteristik warga korban kita. Bukan sebaliknya, sekonyong-konyong asal bangun Huntara melalui pendekatan proyek. 

"Jadi baiknya hal tersebut dilihat secara jernih dan utuh agar program di masa pemulihan sukses memulihkan warga korban. Gol besarnya di situ jika ingin disebut Sulteng sudah bangkit," pungkas Masykur.(*)

Add Comment