a

NasDem Dorong KPU Gencar Sosialisasikan Pemilu Serentak

NasDem Dorong KPU Gencar Sosialisasikan Pemilu Serentak

BANJARMASIN (5 November): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih gencar dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presien (Pilpres) yang akan dilaksanakan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang. 

Surya mengemukakan itu saat memberikan arahan kepada 600 kader NasDem yang hadir dalam acara Pekan Orientasi Caleg NasDem se Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Minggu (4/11). 

"Saya berharap KPU harus lebih pro-aktif lakukan sosialisasi kepada masyarakat atau pemilih. Waktu pelaksanaan Pemilu Serentak tinggal lima bulan ke depan," ujarnya. 

Surya menilai saat ini isu dan informasi tentang Pilpres lebih dominan dibandingkan Pileg. Hal tersebut dikhawatirkan akan menurunkan partisipasi masyarkat dalam mengikuti Pileg kendati Pileg dilakukan di saat  bersamaan dengan Pilpres. Surya menilai, sistem pemilu serentak yang baru pertama kali dilakukan di tahun 2019 perlu terus disosialisasikan ke masyarakat. 

"Pemilu ini kan paralel dan bersamaan. Setiap pemilih nanti akan memiliki lima surat suara. Jika tidak disosialisasikan dengan baik dikhawatirkan ada kesimpangsiuran dalam memilih calon legislatif," ungkapnya. 

Surya melanjutkan, KPU dan Bawaslu selaku otoritasi terkait hendaknya tidak terpaku pada urusan-urusan kecil yang tidak memiliki dampak signifikan pada perhelatan pelaksanaan pemilu. Surya menyarankan agar KPU dan Bawaslu duduk bersama dengan Komisi 2 DPR untuk dapat membuka akses agar partai politik dapat turut serta mensosialisasi pelaksanaan pemilu. 

"Sekarang kan semua serba tidak boleh, ditahan kanan kiri. Akibatnya sosialisasi itu menjadi tidak masif. Siapa yang bisa bertanggung jawab ke arah ini nanti. Jumlah DPT kita bukan satu ssnpai yiga juta. Kita berbicara 187 juta DPT. hampir 200 juta," terang Surya. 

Kurangnya sosialiasi dikhawatirkan juga dapat meningkatkan angka golput di pemilu. Surya sangat berharap proses demokrasi dalam pemilu bisa berjalan dengan lebih baik secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. 

"Kalau tidak tercapai ini adalah kesalahan kita bersama terutama penyeleggaraan pemilu. Uang dan pikiran sudah sebegitu besar kita buang untuk melaksankan pemilu," tuturnya. (Uta/*)

Add Comment