a

Lima Sikap NasDem Tanggapi Kepretan Rizal Ramli

Lima Sikap NasDem Tanggapi Kepretan Rizal Ramli

JAKARTA (11 september):  Partai NasDem mengeluarkan lima pernyataan resmi dalam menyikapi fitnah dan ujaran kebencian yang disampaikan oleh mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli (RR) kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terkait kebijakan impor Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.  

Lima  pernyataan resmi NasDem tersebut dibacakan oleh Ketua DPP NasDem bidang Otonomi Daerah Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPP Partai NasDem Jakarta, Selasa, (11/9). Syahrul didampingi juga oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu NasDem Effendy Choirie dan Wasekjen NasDem Hermawi Taslim. 

Adapun ke-5 pernyataan resmi NasDem sebagai berikut, pertama, pernyataan RR adalah fitnah keji yang tidak mendasar dan mengarah kepada pembunuhan karakter seseorang. RR juga telah merendahkan martabat Presiden Indonesia Joko Widodo karena menggambarkan seolah presiden mudah ditekan orang lain. 

Kedua, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik dalam kapasitas sebagai ketua umum partai ataupun pribadi tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemrintah, apalagi hingga ikut mengatur atau mengambil keuntungan dari impor. 

"Ketiga, Surya Paloh tidak memiliki bisnis terkait impor beras, impor gula, impor haram seperti yang dikesankan dalam pernyataan saudara RR bahwa Surya Paloh seolah-olah "bermain" dalam kebijakan impor tersebut," ujar Syahrul. 

Keempat, NasDem selalu memegang teguh komitmen dukungan tanpa syarat dalam pemerintahan Jokowi-JK. Ketua Umum NasDem tidak pernah meminta jatah menteri ataupun proyek kepada pemerintah. Surya Paloh juga tidak pernah mempermasalahkan menteri NasDem yang mengalami reshufle karena kinerja yang buruk. 

"Kelima, NasDem sama sekali tidak memiliki sangkut paut mengenai kebijakan impor pemerintah. NasDem meyakini kebijakan impor yang diputuskan pemerintah memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan situasi pasar. Penetapan kebijakan impor dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Darmin Nasution," pungkas Syahrul. 

Syahrul menegaskan, NasDem akan segera melakukan somasi agar RR dapat menarik ucapannya. Somasi berlaku 3×24 jam. Jika RR tidak menggubris somasi tersebut maka NasDem akan menempuh jalur hukum sesuai yang berlaku di Indonesia. 

"Keluarga besar NasDem merasa tersinggung dengan pernyataan RR di depan media dengan kata-kata yang kasar," tutur SYL. (Uta)

Add Comment