a

Viktory-Joss 'Tancap Gas' Bangun NTT

Viktory-Joss 'Tancap Gas' Bangun NTT

JAKARTA (6 September): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku akan optimalkan produksi pertanian dan peternakan di provinsi berbasis kepulauan itu. Pernyataan tersebut disampaikan Viktor saat berkunjung ke kantor DPP NasDem seusai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9).

Pasca dilantik, Viktor bersama wakilnya Josef Nae Soi mengaku akan langsung tancap gas untuk mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat NTT. Viktor menilai produk di sektor pertanian dan peternakan merupakan komoditas unggulan bagi masyarakat NTT yang harus dioptimalkan.

“Oleh karena itu dalam 100 hari ke depan dua sektor itu akan kami optimalkan,” katanya kepada awak media.

Viktor memahami betapa wilayah pertanian NTT adalah wilayah yang kering.  Untuk itu dia memiliki rencana untuk melakukan  program pertanian yang sejalan dengan program pemerintah pusat yakni padi, kedelai dan jagung.

“Program pertanian dan peternakan saya rasa cocok untuk dikembangkan di NTT.  Kita akan coba dengan hal ini,” tuturnya .

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini juga menekankan masalah pertambangan yang marak terjadi di wilayahnya. Ia berjanji akan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di wilayah itu.

“Kami sudah bertekad untuk moratorium semua aktivitas pertambangan di daerah NTT dengan melibatkan sejumlah tim untuk mengecek aktivitas pertambangan itu.  Jika tidak sesuai dengan perundangan atau hukum yang berlaku maka akan langsung dihentikan,” tegasnya.

Menurut Viktor hal tersebut adalah bagian dari perhatiannya untuk melindungi alam NTT yang dikenal indah sehingga tinggi minat wisatawan datang ke NTT. Dia tak mau aktivitas pertambangan dapat merusak berbagai keindahan alam di NTT.

“Jika pertambangan semakin marak tentu hal itu akan menggangu keindahan alam NTT,” tegasnya.

Masih kata Viktor, ada banyak hal yang akan dibenahi bersama Josef pasangannya. Ia tak kuasa melihat masyarakat yang tinggal di NTT tempat nan indah apabila harus dirusak hanya karena kegiatan dan kepentingan pertambangan.

“Namun semuanya perlu dilakukan secara bertahap demi kesejahteraan masyarakat NTT,” pungkasnya.(Ant/*)

Add Comment