a

Kuliah Presiden Jokowi di ABN, Bangsa ini Perlu Gerakan Restorasi

Kuliah Presiden Jokowi di ABN, Bangsa ini Perlu Gerakan Restorasi

JAKARTA, (16 Juli): Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kuliah umum kepada 517 mahasiswa Akademi Bela Negara NasDem (ABN) angkatan ke II. Dalam kuliahnya, Jokowi memyampaikan kaum muda harus memiliki etos kerja yang baik guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain. 

"Saya lihat ABN betul-betul ingin siapkan kader bangsa yang produktif, mahasiswa ABN harus produktif dan memiliki etos kerja yang baik," ujar Jokowi di Kampus ABN Pancoran Jakarta, Senin (16/7). 

Selain itu, presiden berharap para kaum muda tidak grogi dan ragu dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan. Indonesia saat ini tertinggal jauh dari Singapore, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Presiden meyakini, etos kerja yang baik dapat membuat Indonesia bisa melampaui ketertinggalan dari negara tetangga. 

"Pemuda itu tidak boleh mudah pesimis dan gampang ragu. Harus miliki semangat juang hidup yang tinggi," tuturnya. 

Indonesia dikatakan oleh Jokowi telah memiliki target pembangunan yang sudah jelas. Berdasarkan kajian Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) dalam 2045 Indonesia diunggulkan untuk menjadi 4 besar negara dengan ekonomi yang kuat. 

"Untuk mencapai itu harus banyak yang kita rubah, memang betul bahwa bangsa ini perlu gerakan restorasi," tuturnya. 

Gerakan restorasi diperlukan untuk merombak pola pikir lama yang menghambat kemajuan bangsa. Ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain disebabkan oleh lamanya pengambilan keputusan untuk berani melakukan perubahan. 

"Kalau kita tidak cepat dan efektif dalam mengambil keputusan Indonesia akan begini-begini saja. Mari bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat tinggi," jelas Jokowi. (Uta/*)

Add Comment