a

Garnita NasDem Banyumas Ajak Peduli Kanker Serviks

Garnita NasDem Banyumas Ajak Peduli Kanker Serviks

BANYUMAS, (26 Maret): Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garnita NasDem Banyumas menggelar pemeriksaan kanker serviks secara gratis, dan diikuti lebih dari 200 ibu, Minggu, (25/3). Ketua Garnita Malahayati Jateng Zuhar Mahsun mengungkapkan bahwa kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap kesehatan reproduksi para ibu.

"Kami menggandeng para ahli di bidangnya, dr Tonny S Moerdijat, dalam melakukan pemeriksaan terhadap para ibu. Ada sekitar 200 ibu yang datang dan begitu antusias untuk mengikuti pemeriksaan. Mereka yang positif langsung diobati oleh tim," jelas Zuhar.

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan terhadap kanker serviks yang diselenggarakan Partai NasDem kerap dilakukan.

"Kami tidak hanya sekali ini melakukan kegiatan pemeriksaan kanker serviks. Kami sengaja terus menggelar karena perempuan rentan terkena kanker serviks yang mematikan. Oleh karena itu, kalau dalam pemeriksaan ditemukan ada yang positif terkena, maka langsung diobati," tambah Zuhar.

Selain pemeriksan kanker serviks, kegiatan Garnita Malahayati Jateng lainnya ialah penanaman pohon di sepanjang daerah aliran sungai di Ajibarang, Banyumas. Penanaman pohon tersebut sebagai bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap lingkungan dan menjaga DAS agar tidak mengalami erosi.

Di tempat yang sama Sekretaris DPD Partai NasDem Banyumas Wikan Agung Winasis mengatakan para ibu yang mengikuti pemeriksaan kanker serviks berasal dari sejumlah daerah.

"Mereka juga berasal dari berbagai komunitas, seperti pedagang pasar, ibu rumah tangga, dan lainnya. Mereka antusias karena ada pemeriksaan kanker serviks yang digelar secara gratis," jelasnya.

Untuk diketahui, penderita kanker serviks di Indonesia menempati nomor dua dalam jumlah tertinggi di dunia. Pada 2014, lebih dari 92 ribu perempuan Indonesia juga meninggal karena kanker dengan 10,3% di antaranya karena kanker serviks.

Salah satu pendorong tingginya angka penderita kanker serviks tersebut ialah karena tidak adanya proses pemantauan sejak dini. Sebagian besar penderita kanker serviks baru menyadari saat kondisinya sudah parah.

Di sisi lain, penderita kanker serviks produktivitasnya juga berkurang. Karena itu, upaya preventif ini sangat diperlukan, apalagi perempuan melahirkan generasi penerus bangsa. (*)

Add Comment