a

Obrolan 'Gayeng' Dua Tokoh Kabupaten Pasuruan

Obrolan 'Gayeng' Dua Tokoh Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, (15 Februari): Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono, (Kaji Joko) menerima tamu KH. Mujib Imron dari Pondok Pesantren AL-Yasini Kabupaten Pasuruan beserta rombongan, di kediaman Kaji Joko, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu, (14/2).   

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Pengurus DPD NasDem Kabupaten Pasuruan, Nanang Purnomo Sekretaris, Bambang Ketua Bappilu, Ahmad Wakil Bendahara dan juga Eko Wahyono Staf Ahli Fraksi Partai NasDem DPRD Pasuruan.  

Dua tokoh asal Pasuruan itu berbincang akrab dan 'gayeng' diselingi cengkrama. Pertemuan tersebut banyak memberi inspirasi di Kota Santri. Hal menarik yang menjadi perbincangan tokoh Pasuruan itu salah satunya terkait pola sistem pendidikan generasi di jaman now. Pengalaman Kaji Joko dan KH Mujib menjadi referensi dalam membangun Kabupaten Pasuruan.

"Keluarga kami memberlakukan pemberian materi agama dan budi pekerti serta adab, akhlak dan sopan santun sejak TK dan SD. Sedangkan saat SMP, kami wajib untuk mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren. Dengan materi pendidikan yang balance antara agama dan pengetahuan umum. Sesudah menyelesaikan masa asuh di Pondok maka si anak juga siap menempuh pendidikan umum di Perguruan Tinggi Negeri bersaing dengan yang lainnya,“ ungkap Kaji Joko.

Lebih jauh Kaji Joko juga menuturkan, pentinganya keseimbangan pengetahuan umum dan agama agar si anak di satu sisi mampu bertahan di tengah akselerasi perkembangan jaman dengan pondasi agama yang kuat. Di sisi lain, nilai nilai dan kepribadian anak yang terasah dan terbentuk sejak usia dini akhirnya mampu menjadi panglima sekaligus pilar bagi keluarga dan lingkungannya.

"Efek besarnya pilar dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Kaji Joko.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan ini juga memberikan gambaran, restorasi sebagai bagian dari cita-cita perubahan yang konstruktif dan realistis dalam berbangsa dan bernegara perlu diterjemahkan di multi profesi dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri,“ tegas Kaji Joko.  

Kaji Joko pun memberi contoh sederhana, tatkala pelaku dalam berdemokrasi sedang berkutat memperkuat posisinya sebagai lembaga yang memiliki keistimewaan 'superbody' namun masih saja membuat perisai benteng diri dari 'proses hukum', maka Partai NasDem menyuarakan sangat tidak setuju.

"Hal itu yang disikapi Fraksi NasDem pada Rapat Paripurna dalam pembahasan UU MD3 dengan aksi walk out. Sikap itulah yang sejalan dengan spirit restorasi, bahwa azas 'equal before the law' dimana-mana semua orang sama kedudukannya di mata hukum," papar Kaji Joko.

Kaji Joko menjelaskan, jika dijabarkan secara luas dalam aspek pendidikan, maka pendidikan bagi generasi muda tidak cukup hanya sekedar formalitas education bagi Generasi Now. Tapi streesing di Pendidikan Agama, akhlak, Adab dan Sopan santun perlu di berikan juga. Sehingga tatanan dan peradaban sebagai bangsa yang berbudaya dan beragama koridornya jelas.

“Kabupaten Pasuruan adalah basis Pondok Pesantren sebagai gudangnya Kyai dan Ustad yang notabene fasih dalam Ilmu Agama. Saling silang materi, Pendidikan Umum juga memberikan Materi Pendidikan Agama secara masif dan konstruktif, sebaliknya Pondok Pesantren juga memberikan materi umum dalam membekali para santri sebagai senjata menjalani kehidupan pada umumnya,“ terang Joko.(*)

Add Comment