a

Ribuan Pendukung Tahajud Saksikan Pegelaran Wayang Kulit

Ribuan Pendukung Tahajud Saksikan Pegelaran Wayang Kulit

MOROWALI, (4 Februari): Lapangan sepak bola Lantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sesak dipadati pengunjung menyaksikan pegelaran seni wayang kulit semalam suntuk yang dipersembahkan pasangan Taslim – Najamuddi (TAHAJUD), Sabtu malam (3/2).

Pagelaran seni wayang kulit ini dihadiri langsung Ki Mustiko Bayu Wibowo, S.Sn, Putra Angkat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, sebagai dalang dan Elisha Orcarus Allaso, S.Sn, Alumni Institute Seni Indonesia, Yogyakarta sebagai Sinden dan Pementasan oleh Prof. DR. Winarko Efendi, SE, MM, MH, Ketua Harian Kerukunan Keluarga Jawa, Sulawesi Tengah.

Tidak tanggung-tanggung, sejak senja jelang malam warga masyarakat Kecamatan Witaponda dan Bumiraya yang mayoritas adalah keluarga jawa mulai berdatangan dengan membawa perlengkapannya masing-masing seperti tikar, bangku dan kebutuhan pribadi lainnya walau panitia penyelenggara telah menyiapkan tempat buat pengunjung.

Bahkan, ada warga datang dengan membawa ayunan anak  untuk menyaksikan pagelaran seni yang telah lama mereka nantikan itu.

Selain pementasan seni wayang kulit, berbagai pegelaran juga menyertai seperti kuda lumping hingga dangdutan dengan menampilkan artis dandut berasal dari kota Malang.

Pasangan calon Bupati – Wakil Bupati Taslim-Najamuddin (TAHAJUD) dan pimpinan partai koalusi, juga tampak hadir berbaur bersama warga. Sesekali mereka naik di atas panggung manyapa ribuan pengunjung yang memadati lapangan sepak bola Lantula Jaya tempat pementasan seni wayang kulit dilangsungkan.

Taslim, dalam sambutan pembukaan pegelaran menyebutkan, bawa dilangsungkannya pegelaran ini selain sebagai wujud dukungan atas keragaman budaya di Morowali, dia juga mengaku bahwa pementasan ini adalah wujud syukur pasangan TAHAJUD atas dukungan keluarga Jawa pada mereka.

Sebelumnya, Taslim mengungkapkan Pengelaran ini dimaksudkan sebagai wudud dukungan pasangan Taslim-Najamuddin (TAHAJUD) akan keragaman kekayaan budaya yang hadir di Kabupaten Morowali.

“Identitas keluarga kita di Witaponda dan Bumiraya, Morowali, yang mayoritasnya adalah Jawa, tidak boleh hilang hanya kerena mereka telah lama meninggalkan tanah leluhurnya. Budaya mereka harus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki kabupaten Morowali,” ungkap Taslim beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Taslim juga ngatakan, bukan hanya keluarga Jawa, tapi juga keluarga yang lain seperti Toraja, Tolaki, Bugis, Bali dan Lombok, harus mengajak mereka untuk menjadi tuan rumah di Morowali.

     Hingga pukul 04.00 wita dini hari (04/2), warga terus antusias menyaksikan pegelaran yang dipandu langsung Prof. DR. Winarko Efendi, SE, MM, MH, Ketua Harian Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah itu.(*)

Add Comment