a

Surya Paloh Temui Utusan Perdana Menteri Jepang, Toshihiro Nikai

Surya Paloh Temui Utusan Perdana Menteri Jepang, Toshihiro Nikai

JAKARATA, (20 Januari): Ketua Umum Partai NasDem mengadakan pertemuan bilateral dengan utusan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yaitu Toshihio Nikai yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral Partai Liberal Demokratik Jepang. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Kempinski Jakarta, Sabtu (20/1) merupakan salah satu rangkaian acara perayaan 60 tahun hubungan antara Indonesia dan Jepang.

Dalam pertemuan tersebut, Surya turut juga didampingi oleh beberapa fungisonaris Partai NasDem antara lain, Ketua DPP NasDem Bidang Pertahanan dan Keamanan Supiadin Aries, Ketua DPP NasDem Bidang Hubungan Luar Negri Martin Manurung, Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Paloh, dan mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

"Hubungan antara kedua negara yang sudah baik harus lebih baik lagi. Mengingat hubungan Indonesia dan Jepang sangatlah strategis," ujar Surya Paloh.

Surya menegaskan, Jepang dapat memanfaatkan iklim investasi di Indonesia yang saat ini sudah mulai terbuka. Kedatangan Toshihio ke Indonesia dikatakan Surya juga memberikan harapan yang bersar untuk memperkuat hubungan kedua negara.

"Kami di NasDem juga ingin memberikan kontribusi positif bagi kedua negara," jelasnya.

Kontribusi positif NasDem yang Surya maksud ialah mengenai upaya kerja sama pertukaran politikus-politikus muda NasDem untuk dapat belajar di Jepang. NasDem berharap agar pertemuan bilateral kedua negara dapat mewujudkan hal tersebut.

"Kita akan coba ajukan itu.  Hubungan personal yang baik antara saya dan Nikai, itu harus di dorong untuk membangun hubungan kedua negara ini," tutur Surya.

Menanggapi Surya, dalam kesempatan yang sama, Newakiki Toshihio Nikai, Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishi menyambut baik rencana pertukaran politikus muda antara NasDem dan Partai Liberal Demokratik Jepang.

"Rombongan yang kami bawa ke sini ialah salah satunya para anggota parlemen muda Jepang. Jadi topik yang dibawa ialah untuk meningkatkan kerjasama antara parlemen muda Indonesia dan Jepang," papar Masafumi.

Masafumi menjelaskan saat ini setidaknya sudah ada 2000 perusahan Jepang yang berinvestasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan Jepang tersebut sudah menciptakan 5 juta tenaga kerja.

"Semoga hubungan kedua negara semakin erat dan investasi Jepang semakin meningkat. Kami juga menginginkan Indonesia bisa menciptakan lingkungan yang ramah bagi investor Jepang," tuturnya.  (Uta/*)

Add Comment