a

NasDem Aceh Peringati Hari Ibu dengan Syukuran Anugerah Pahlawan Nasional Malahayati

NasDem Aceh Peringati Hari Ibu dengan Syukuran Anugerah Pahlawan Nasional Malahayati

BANDA ACEH, (22 Desember): Dalam rangka memperingati hari ibu ke 89, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Garnita Malahayati NasDem Aceh santuni anak yatim di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Aceh, Jumat (22/12). Acara yang diselenggarakan usai solat Jumat tersebut diawali dengan pemberian santunan dan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Garnita Malahayati NasDem Aceh Djusiah Djamara menyampaikan santunan tersebut diberikan dalam rangka memperingati hari ibu dan syukuran atas dianugerahinya gelar pahlawan kepada Keumala Hayati sebagai pahlawan nasional.

“Usai memberikan santunan kepada 65 anak yatim acara dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama atas dianugerahi gelar pahlawan kepada Kemala Hayati,” kata Djusiah Djamara saat menyampaikan sambutannya.

Ketua DPW NasDem Aceh Zaini Djalil menyampaikan rasa syukurnya dapat berbagi dengan anak yatim. Menurutnya ada dua momen penting yang perlu disyukuri NasDem, pertama gelar pahlawan kepada Malahayati diberikan pada tahun ini.

“Ini sebagai Rahmad kepada kita semua khususnya kepada gerakan wanita NasDem Malayahati,” kata Zaini Djalil.

Momentum kedua kata Zaini Djalil, hari ini diperingati sebagai hari ibu. Menurutnya memperingati hari ibu bukan hanya kepada orang yang sudah memiliki anak, dan mengunggah foto di media sosial. Namun kata Zaini, awal sejarah bangkitnya gerakan perempuan di Indonesia yaitu pada saat melakukan perlawanan membela tanah air dalam memerdekakan Indonesia pada saat itu, bukan hanya kepada ibu-ibu namun hari ibu diperingati kepada semua perempuan Indonesia.

“Jadi pada saat itu ada sebuah gerakan, yang dilakukan perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, tapi kini hari itu diperingati sebagai hari ibu, sebagain bentuk penghargaan kepada kaum perempuan,” papar Zaini Djalil.

Begitu juga dengan perjuagan Malahayati, pada saat itu berjuang bersama suami, pada saat suaminya meninggal Malahayati tetap berjuang sendiri mempertahankan tanah air, artinya ada proses perjuangan yang dilakukan oleh Malahayati pada saat itu.

“Aktivitas yang dilakukan perempuan hari ini yaitu menjaga keberlangsungan kedaulatan bangsa, dan keharmonisan dalam keluarga,” pungkasnya. (*) 

Add Comment