a

Belum ada Alasan Kuat Pelarangan Cantrang

Belum ada Alasan Kuat Pelarangan Cantrang

PEKALONGAN, (25 November): Tim uji petik kelayakan alat tangkap cantrang yang diinisiasi DPP Partai NasDem hingga saat ini belum menemukan alasan yang jelas penyebab pelarangan alat tangkap cantrang. Hal tersebut diungkapan Ketua DPP NasDem Bidang Pertanian dan Kemaritiman Emmy Hafild saat melakukan uji petik kelayakan alat cantrang di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

"Dari setengah perjalan proses uji petik, kami belum menemukan alasan yang jelas mengapa cantrang perlu dilarang oleh pemerintah," tuturnya di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (24/11).

Emmy melanjutkan, bersasarkan hasil observasi pengoperasian cantrang di bawah laut bersama tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mayoritas nelayan Pantura sebagian besar tidak menjulurkan alat tangkap cantrang mereka hingga ke dasar laut. Buruan utama nelayan cantrang ialah hewan laut yang berekosistem di sekitar area permukaan laut.

"Dari kedalaman laut yang mencapai 45 meter, cantrang yang dijulurkan tidak sampai ke dasar laut sehingga tidak memiliki dampak pada ekosistem yang ada di dasar laut," ungkapnya.

Kendati demikian, berdasarkan hasil uji petik yang saat ini masih berlangsung, cantrang masih bisa menyebabkan kerusakan lingkungan bawah laut jika nelayan tidak memperhatikan tingkat kedalaman laut. Namun, hal itu jarang terjadi karena para nelayan sendiri sangat menghindari alat tangkap cantrang mereka rusak karena menabrak terumbu karang.

"Yang harus diperhatikan penyesuaian panjang tali selambar dan pemberat jaring agar cantrang tidak menyentuh dasar laut," ungkapnya.

Selain memperhatikan tingkat kedalaman cantrang, Emmy melanjutkan pemerintah juga perlu membuat regulasi tentang ukuran mata jaring cantrang. Penggunaan mata jaring yang terlalu kecil dapat menyebabkan tertangkapnya ikan-ikan ukuran kecil secara tidak sengaja.

"Mata jaring yang terlalu kecil membuat ikan berukuran kecil yang seharusnya tidak tertangkap menjadi tertangkap," paparnya.

Observasi kelautan NasDem berlangsung selama sepekan mulai 21 hingga 28. Operasi berawal dari Indramayu Jawa Barat dan akan berakhir di Lamongan Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan untuk menangkap keresahan nelayan soal pelarang cantang yang dikhawatirkan akan berdampak pada mata pencaharian utama mereka. (Uta/*)

Add Comment