a

Kader NasDem Laurens Tato Meninggal Dunia

Kader NasDem Laurens Tato Meninggal Dunia

JAKARTA (18 September): Salah satu kader Partai NasDem, Laurens Tato (62) meninggal dunia di RS Siloam, Semanggi, Jakarta, Senin (18/9) setelah sekitar dua bulan dirawat di rumah sakit tersebut.

Jenazah Laurens disemayamkan di RS Siloam dan menurut rencana pada Rabu (20/9) diterbangkan ke Flores untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Ngada, Flores NTT.

Laurens jatuh sakit ketika merintis sebagai calon anggota legislatif (caleg) Partai NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT)-I ketika dia keluar masuk berbagai desa di Flores pada tahun 2013. Dia kelelahan kemudian jatuh di salah satu daerah di Flores, lalu diterbangkan ke Jakarta dan menjalani perawatan di RS Siloam, Semanggi, Jakarta. Dia kemudian dinyatakan sehat, namun selama tiga tahun ini aktivitasnya terbatas karena harus terus menerus menjalani terapi lanjutan.

Laurens memulai karyanya sebagai wartawan. Dia telah menjalaninya profesi jurnalisme di beberapa penerbitan pers sebelum terakhir berlabuh di Media Indonesia dalam Media Group.

Laurens mempunya minat yang besar dalam bidang politik. Sebelum bergabung dengan NasDem, dia sebenarnya aktif pula di Partai Golkar. Namun untuk pertama kali dia masuk dalam daftar caleg ketika bergabung di Partai NasDem.

Dalam kariernya sebagai jurnalis, ia pernah menjadi pemimpin umum Harian Victory News. Laurens Tato merupakan anggota Dewan Redaksi Media Group dan redaktur senior Media Indonesia.

Pada tahun 2011 Laurens Tato mendapat penghargaan dan cincin emas dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya karena turut berjasa kepada daerah NTT. Selain Lauresn Tato, Gubernur juga memberi penghargaan dan cincin emas kepada sembilan wartawan asal NTT lainnya, yakni yakni Valens G Doy (alm), Kulius Siyaramamual (alm), P. Alex Beding SVD, Peter A Rohi, Aco Manafe, Gerson Poyk, Rikard Bagun, dan Frans Padak Demon.

"Kakak Laurens", begitulah biasanya para koleganya di Media Indonesia menyapanya. Laurens meninggalkan seorang istri Liswati, serta dua orang anak, yakni Tutik Handayani dan Stefani Novita Gani.

Di masa aktifnya di Media Indonesia, pria kelahiran Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan salah satu sosok penting di balik editorial Media Indonesia. Ide-ide bernas dan tulisannya yang tajam menjadi anutan bagi junior-juniornya di dapur redaksi. Laurens dikenal sebagai sosok cerdas dan hangat.

Selain itu ia juga dikenang karena humor-humornya. Salah satunya tentang kisah hidupnya merantau ke Jakarta dari NTT. Kemiskinan hidup membuat ia memutuskan meninggalkan kampung halaman.

Suatu kali kepada rekan-rekannya di Media Indonesia, Laurens membuka cerita dengan mimik serius. Laurens berpesan kepada istrinya sebelum berangkat ke Jakarta agar tidak kaget jika suatu saat nanti istrinya bersurat dan Laurens menjawabnya dengan judul lagu sebagai kode.

Enam bulan berselang, datanglah surat dari istri tercinta menanyakan kabar. Sang suami, yang belum mendapatkan pekerjaan di Jakarta membalas dengan judul lagu karya Pance Pondaag, "Aku masih seperti yang dulu".

Tepat setahun merantau, datanglah surat kedua dari sang istri yang bertanya bagaimana kabar sang suami. Dijawab dengan judul lagu masih dari karya Pance, "Kucoba Bertahan".

Lama tak bersurat, dua tahun berikutnya sang istri melayangkan surat ketiga dan dijawab sang suami dengan lagu, kali ini karya Ebiet G Ade, "Aku Ingin Pulang".[]

 

Add Comment