a

Nasionalisme Tanpa Islam adalah Nasionalis Hampa

Nasionalisme Tanpa Islam adalah Nasionalis Hampa

MEDAN, SUMUT (10 Maret):  Nasionalisme tanpa Islam adalah Nasionalisme hampa. Pernyataan tersebut dikatakan anggota DPR-RI Fraksi Partai NasDem Prananda Surya Paloh, mengawali pembicaraan saat melakukan lawatan pertamanya bersilaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara (Sumut), di Jalan Sei Batanghari Medan, Jumat (10/03).

Prananda disambut langsung pengurus dan fungsionaris organisasi Islam ini, diantaranya Ketua Tanfidiyah PWNU Sumut yang diwakili H Adlin Damanik, Sekretaris PWNU Sumut Misran Sihaloho, Ro'is Suryah PWNU Sumut, Mustasyar PWNU Sumut, dan beberapa kiai PWNU Sumut.

"Saya sangat menghormati Gus Dur selaku pejuang pluralisme yang sangat  dihormati NU. Nasionalis tanpa Islam adalah Nasionalisme yang hampa. Partai NasDem walaupun partai yang nasionalis, namun banyak kadernya yang juga menjadi kader Nadhlatul Ulama," ujar Prananda mengawali diskusi.

Lanjut Prananda yang juga Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, ada kesamaan antara organisasi Nadhlatul Ulama dengan Partai NasDem, yaitu sama-sama mengusung NKRI adalah harga mati juga mengusung Kebinekaan, dan NasDem akan tetap menjaga marwah Islam.

"NU adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Namun pandangan dan visi misi NU ini tidak jauh dengan Partai NasDem. Untuk itu saya sangat menghargai sekali kalau Partai NasDem dan NU dapat bekerjasama dalam berbagai hal terutama untuk menjaga kedaulatan NKRI sepenuhnya," tegas Prananda.

Didampingi Moh. Haerul Amri. Waketum PP GP Ansor yang juga menjadi pengurus inti DPP Garda Pemuda NasDem, Ganda Manurung, OK Fachru Hidayat, Gandi Manurung dan Rudiansyah S,SOS, ia mengatakan bahwa saat ini Partai NasDem sudah melaksanakan dan menerapkan beberapa kegiatan rutin yang menyangkut Islam.

"Saat sekarang ini kita di kantor DPP Partai NasDem, sudah bisa melaksanakan ibadah sholat Jumat. Melakukan zikir bersama yang dilaksanakan majelis zikir AL Falah, Buka Puasa bersama saat bulan ramadhan, melaksanakan khotmil quran sampai 7 kali khataman quran," tegasnya.

Untuk itu sambung Prananda, ia berharap agar PWNU Sumut dapat memberikan dukungan terhadap Partai NasDem untuk memenangi pemilu di Sumatera Utara. PWNU juga jangan sungkan-sungkan untuk mengajak kerjasama, dengan Partai NasDem khusus di Sumatera Utara juga dengan Prananda Surya Paloh Foundation.

Sementara itu Wakil Ketua PWNU Sumut H Adlin Damanik mengatakan, kunjungan Prananda Surya Paloh ke kantor PWNU Sumatera Utara, adalah sejarah pertama kali bagi PWNU dikunjungi anggota DPR-RI.

"Ini menjadi sejarah bagi kami. Karena baru pertama kali kantor kami dikunjungi anggota DPR-RI. Untuk itu kami sangat tersanjung dan sangat menghargai kunjungan ini. Kami berharap agar Prananda Surya Paloh atau Partai NasDem dapat bekerjasama dengan PWNU," ujar Damanik.

Lebih jauh Adlin Damanik juga berharap agar Prananda Surya Paloh bisa menjadi Ansor.

"Kita berkeyakinan agar Prananda Surya Paloh menjadi orang Ansor. Kalau sudah Ansor sudah dipastikan Nahdiyin. Saya juga sudah lama mengetahui soal program kerja Prananda Surya Paloh, saat bukan Ramadhan tiba yakni membuat aneka kegiatan religius berupa pembagian sejarah dari masjid ke masjid hingga ke pelosok-pelosok," ujar Damanik.

Untuk itu sambung Damanik, PWNU Sumut dapat bekerjasama dengan Prananda Surya Paloh Foundation dan Partai NasDem di Sumatera Utara.

"Banyak juga kader NU yang menjadi kader NasDem. Dari mulai pusat, wilayah, kabupaten, kecamatan dan lingkungan dan ini sudah mengakar," ucapnya lagi.(*)

Add Comment